Pulau Dewata dikenal melestarikan budaya dan karya seni yang diabadikan di Museum. Saat berada di Bali, Anda juga bisa mengunjungi museum-museum untuk belajar sejarah dan budaya.

Bali adalah salah satu pulau terkenal di Indonesia bahkan hingga ke luar negeri. Letak pulau ini diapit oleh pulau Jawa dan pulau Nusa Tenggara Timur sehingga jalurnya mudah diakses baik melalui darat, laut maupun udara. Bali juga sangat terkenal dengan wisata pantai yang beragam serta panorama pegunungan yang indah. Banyak tempat yang sayang untuk dilewatkan apabila Anda berkesempatan ke pulau Bali.

Masyarakat Bali sangat menghargai dan menjaga kebudayaan seni asli Bali, agar tetap lestari dan terjaga tradisinya. Oleh karena itu, selain pesona wisata alam, Pulau Dewata juga menawarkan beberapa objek wisata museum dari berbagai macam seni yang tak kalah mempesona. Berikut daftar museum terbaik di Bali yang dapat menjadi referensi Anda saat berkunjung.

1. ARMA (Agung Rai Museum of Art)

ARMA (Agung Rai Museum of Art)
Image Credit: Tripbaligo.com

Museum ini merupakan favorit dan museum terbesar di Ubud, Bali. Luasnya yang mencapai empat hektar dijamin memanjakan mata. Karya seni yang ditampilkan di museum ini juga beragam mulai dari jenis lukisan tradisional hingga kontemporer.

Selain disuguhkan dengan lukisan yang ciamik suasana sejuk museum ini juga dapat membuat pikiran dan jiwa tenang. Adanya kolam ikan, taman bunga, sungai serta persawahan terasering yang menawan membuat Anda betah berlama-lama di museum ini.

Lokasi: Jl. Raya Pengosekan Ubud, MAS, Kec. Ubud, Kab. Gianyar.

2. Museum Bali

Museum Bali
Image Credit: Blog.airpaz.com

Bagi Anda yang tertarik dengan zaman prasejarah, perkembangan seni dan budaya Bali serta peralatan pada zaman prasejarah museum ini wajib dikunjungi. Museum Bali ini juga dikenal dengan Museum Negeri Provinsi Bali, karena museum ini dikelola langsung oleh pemerintah provinsi Bali.

Terletak di pusat kota Denpasar, Bali Anda dapat melihat perkembangan zaman masyarakat Bali dari dulu hingga kini. Tak hanya memamerkan hasil karya seni saja, museum Bali juga sering dijadikan tempat untuk foto prewedding.

Lokasi: Jl. Mayor Wisnu No.1, Dangin Puri, Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar.

BACA JUGA:  15 Tempat Wisata di Klungkung Bali Terbaru & Terhits Buat Liburan

3. Museum Bajra Sandhi Renon/ Monumen Bajra Sandhi Renon

Museum Bajra Sandhi Renon Monumen Bajra Sandhi Renon
Image Credit: Balitoursclub.net

Arsitekturnya yang terlihat sangat kental dengan gaya tradisional Bali menjadi salah satu monumen kebanggaan masyarakat Bali. Monumen ini didirikan sebagai dedikasi terhadap perjuangan rakyat Bali. Anda dapat melihat berbagai jenis foto dan lukisan perjuangan rakyat Bali dari waktu ke waktu.

Monumen ini terletak di lapangan Niti Mandala Renon yang merupakan kawasan untuk berolahraga bagi masyarakat Bali atau bahkan sekedar menikmati suasana sore hari. Letaknya yang berada di jantung kota Denpasar membuat monumen ini tidak pernah sepi pengunjung.

Lokasi: Jl. Raya Puputan No.142, Panjer, Kec. Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

4. Museum Neka Art Ubud

Museum Neka Art Ubud
Image Credit: Tripbaligo.com

Museum ini dibuka pertama kali pada tahun 1982 di Ubud, Bali dan saat ini terdapat lebih dari 300 lukisan. Lukisan tersebut merupakan karya seniman dari dalam dan luar negeri. Museum Neka merupakan museum anak bangsa yang memiliki arsitektur kental khas Bali dengan standar museum internasional.

Anda dapat melihat hasil karya seniman legendaris Affandi yang berjudul Lukisan Tari Barong dan Rangda serta Lukisan Perahu Nelayan. Hasil karya anak bangsa lainnya yaitu lukisan karya Bagong Kassudiarjo yang berjudul Penari.

Lokasi: Jl. Raya Sanggingan Campuhan, Kedewatan, Kec. Ubud, Kab. Gianyar.

5. Museum Antonio Blanco

Museum Antonio Blanco
Image Credit: Honairesort.com

Museum ini pasti terdengar tidak asing lagi bagi wisatawan yang gemar mengunjungi museum. Antonio Blanco pendiri sekaligus pelukis legendaris asal Spanyol memutuskan menikahi seorang penari asal Bali dan membangun rumah lukis ini di Ubud, Bali.

Karya lukisan Antonio Blanco sangat terkenal karena mempunyai ciri khas yaitu menggambarkan wanita dan penari Bali. Banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke museum untuk melihat karya indah dari sang maestro.

Lokasi: Jl. Raya Campuhan, Sayan, Kec. Ubud, Kab. Gianyar.

6. Museum Le Mayeur

Museum Le Mayeur
Image Credit: Bali-indonesia.com

Nama museum diambil dari pelukis Adrien- Jean Le Mayeur de Mapres. Le Mayeur merupakan bangsawan Belgia yang sangat mencitai seni. Selain seni Le Mayeur juga gemar mengelilingi dunia hingga memutuskan menetap kemudian menikah dengan wanita Bali.

Terdapat 88 lukisan dipamerkan dengan beragam tema, mulai dari lukisan kehidupan Ni Pollok (Isrti Le Mayeur) hingga keanekaragaman alam Sanur. Museum juga sangat unik karena media untuk melukis berupa karung goni, triplek, kanvas dan lainnya. Tak hanya itu, akses menuju museum ini juga mudah yaitu di Pinggiran Pantai Sanur.

Lokasi: Jl. Hang Tuah, Sanur Kaja, Kec. Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

7. Rumah Topeng dan Boneka SetiaDharma

Rumah Topeng dan Boneka SetiaDharma
Image Credit: Detik.com

Dibangun sejak tahun 2006, rumah topeng dan boneka Setia Dharma memiliki koleksi sebanyak 4.700 ragam boneka dan 1.200 jenis topeng dari berbagai belahan dunia. Di Museum ini Anda akan mengetahui lebih jauh berbagai macam topeng dan boneka dari Indonesia dan berbagai penjuru dunia.

BACA JUGA:  9 Tempat Wisata di Legian Bali Terbaru & Terhits Buat Liburan

Museum yang terletak di Ubud, Bali ini memiliki luas sekitar satu hektar. Terdapat empat ruangan untuk pameran, panggung, taman tropis dan terdapat lapang terbuka. Museum ini juga sering mengadakan acara kebudayaan atau tarian dengan menggunakan topeng. Tarian yang sering ditampilkan yaitu tari topeng Barong.

Lokasi: Jl. Tegal Bingin, Ubud, Kec. Kemenuh, Kab. Gianyar.

8. Museum Lukisan Sidik Jari

Museum Lukisan Sidik Jari
Image Credit: Indonesiakaya.com

Gede Ngurah Rai Pemecutan adalah seorang pelukis dan pemilik dari museum Sidik Jari yang terletak di Denpasar, Bali. Di museum Sidik Jari Anda jangan berharap menemukan lukisan berbentuk sidik jari manusia, karena nama Sidik Jari yang dimaksud berbeda. Gede Ngurah Rai mempunyai filosofi mengenai sidik jari.

Sidik Jari yang dimaksud merupakan teknik yang digunakan ketika melukis. Ujung jari diolesi dengan cat berbagai macam warna, karena melukis tanpa kuas maka bekas sidik jari pelukis akan tertinggal dan membekas pada lukisan, cara melukis itulah yang disebut dengan Lukisan Sidik Jari.

Lokasi: Jl. Hayam Wuruk, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar.

9. Museum Puri Lukisan

Museum Puri Lukisan
Image Credit: Metrobali.com

Sebagai museum tertua di Bali, museum ini sangat direkomendasikan bagi Anda yang menyukai berbagai macam karya seni tradisional hingga modern. Karya seni yang dipamerkan berupa lukisan tradisional Bali dan ukiran kayu yang menghipnotis mata.

Museum yang terletak di Ubud, Bali ini memiliki empat bangunan yang berbeda untuk memamerkan setiap karya seninya. Selain itu, pemandangan yang indah dan asri juga menambah daya tarik museum ini.

Lokasi: Jl. Raya Ubud, Ubud, Kec. Ubud, Kab. Gianyar.

10. Museum Gunung Batur

Museum Gunung Batur
Image Credit: Ttnotes.com

Di dalam museum ini terdapat koleksi bebatuan yang diambil dari lereng gunung Batur. Tak hanya itu, museum yang terletak di Bangli, Bali ini juga terdapat peralatan untuk meneliti gunung berapi.

Bagi Anda yang menyukai film dokumenter, museum ini wajib Anda kunjungi, karena di salah satu ruangan akan diputarkan film dokumentasi mengenai gunung Batur. Puas dengan informasi gunung Batur Anda dapat menikmati pemandangan Gunung Batur secara jelas dengan menggunakan teropong yang terdapat di museum.

Lokasi: Jl. Raya Penelokan, Batur Selatan, Kec. Kintamani, Kab. Bangli.

11. Museum Subak

Museum Subak
Image Credit: Balimagictour.com

Museum Subak merupakan museum yang memamerkan tatanan perairan dan peralatan tradisional bertani masyarakat Bali atau biasa disebut subak. Museum ini terletak di kabupaten Tabanan, Bali.

Koleksi yang dipamerkan di Museum Subak terbagi menjadi dua area, yaitu area terbuka dan tertutup. Pada area tertutup menampilkan informasi, replika dan miniatur tentang subak itu sendiri. Sementara pada area terbuka, Anda dapat melihat langsung bagaimana sistem subak itu berjalan.

BACA JUGA:  11 Tempat Wisata di Bali Utara Terbaru & Terhits Buat Liburan

Lokasi: Jl. Gatot Subroto No.5b, Banjar Anyar, Kec. Kediri, Kab. Tabanan.

12. Museum Kerang (Bali Shell Museum)

Museum Kerang (Bali Shell Museum)
Image Credit: Villadibali.net

Museum yang terletak di Kuta, Bali ini menjadi surganya bagi para pecinta kerang. Bali Shell Museum dibangun pada tahun 2009 yang merupakan museum kerang pertama di Indonesia.

Ada lebih dari sepuluh ribu kerang dan fosil yang dikoleksi dari berbagai negara. Anda tidak akan bosan karena berbagai koleksi kerangnya juga dikreasikan dalam berbagai bentuk berupa aksesoris, biota laut dan pajangan dinding yang menawan.

Lokasi: Jl. Sunset Road No.819, Benoa, Kec. Kuta Selatan, Kab. Badung.

13. Dream Museum Zone (DMZ)

Dream Museum Zone (DMZ)
Image Credit: Ebalitour.com

Bagi Anda penggemar seni 3D, Dream Museum Zone(DMZ) di Kuta, Bali ini wajib menjadi daftar pertama kunjungan Anda saat ke Bali. DMZ ini merupakan galeri indoor yang menampilkan seni lukis 3D dengan teknik ilusi sehingga sangat cocok untuk berfoto.

Terdapat 120 lukisan hasil karya seniman asal Korea yang dipamerkan. Pada masing-masing lukisan terdapat tema yang berbeda dimulai dari ikon dunia, tokoh dunia, hingga dunia dongeng. Museum ini juga sering digunakan untuk foto prewedding.

Lokasi: Jl. Nakula No.33X, Legian, Kec. Kuta, Kab. Badung.

14. Museum Pasifika

Museum Pasifika
Image Credit: Ttnotes.com

Museum Pasifika memang masih tergolong baru jika dibandingkan dengan museum lainnya di Bali. Namun museum ini pernah meraih Wonderful Indonesia pada tahun 2011 untuk kategori museum. Museum Pasifika terletak di Nusa Dua, Bali.

Mempunyai koleksi lebih dari 600 buah karya seni hasil dari tangan 200 seniman. Koleksi yang dipamerkan di museum ini dipisahkan dalam sembilan ruangan berdasarkan asal senimannya.

Lokasi: Kompleks Bali Tourism Development Corporation (BTDC) Area Blok P, Benoa, Kec. Kuta Selatan, Kab. Badung.

15. Museum Marketing 3.0

Museum Marketing 3.0
Image Credit: Renoraya.blogspot.com

Menjadi museum marketing pertama di Indonesia. Museum ini dirikan oleh Philip Koller yang merupakan guru pemasaran dunia dan Hermawan Kartajaya seorang pakar pemasaran Indonesia.

Nama museum menggunakan angka 3,0 melambangkan perpaduan kegiatan dengan konsumen, berhubungan baik dan memiliki semangat kemanusiaan. Museum yang terletak di Ubud, Bali ini memamerkan beberapa koleksi master piece dari perusahaan-perusahaan yang menerapkan marketing 3.0.

Lokasi: Jl. Raya Ubud No.23, Ubud, Kec. Ubud, Kab. Gianyar.

Itulah rekomendasi destinasi wisata museum terbaik yang bisa Anda kunjungi di Pulau Bali. Setiap museum di Bali menawarkan keanekaragaman hasil karya seni yang berbeda dari masing-masing seniman. Tentunya ini menjadi referensi menarik.