Harga Tiket: Gratis; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Surapati, Dangin Puri, Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali.

Bali memang dikenal sebagai daerah pariwisata di Indonesia yang popularitasnya sudah mencapai kelas internasional. Tidak heran jika animo masyarakat lokal pun sangat tinggi untuk berlibur ke Pulau Dewata tersebut. Selain memiliki julukan Pulau Dewata, Bali juga mempunyai julukan lain yakni Pulau Seribu Pura.

Hal tersebut lantaran di Bali anda bisa dengan mudah melihat pura, sebab mayoritas penduduk di Bali merupakan pemeluk agama Hindu. Sehingga banyak pula pura di sana yang dijadikan sebagai tujuan destinasi oleh para wisatawan, seperti Pura Agung Jagatnatha yang berada di titik sentral Kota Denpasar. Seperti apa pura ini? Yuk intip ulasannya berikut.

Daya Tarik Wisata Pura Agung Jagatnatha

Daya Tarik Pura Agung Jagatnatha
Photo by Google Maps Nita Purba

1. Sejarah Pura

Bila berbicara mengenai sejarahnya, Pura Agung Jagatnatha atau biasa juga disebut Pura Jagatnatha ini tidak dibangun begitu saja secara langsung. Namun pembangunan pura melalui beberapa proses, yang mana diawali dari banyaknya pendatang beragama Hindu di Kota Denpasar.

Para pendatang yang merupakan pemeluk agama Hindu tersebut kala itu tidak bisa menemukan tempat ibadah saat berada di Denpasar. Alhasil, mereka mengadakan pesamuhan Parisada Hindu Dharma yang dilakukan pada bulan November 1961. Dari pesamuhan yang dilakukan, kemudian ditemukan kesepakatan untuk membangun sebuah pura di kawasan Kota Denpasar.

Lalu pada bulan Februari tahun 1963, Bapak Anak Agung Bagus Sutedja yang merupakan Gubernur Bali kala itu menyetujui dibangunnya pura di sana. Namun pembangunan Pura Jagatnatha sendiri sempat terhambat dalam prosesnya di tahun 1966. Hambatan terjadi karena adanya Gerakan 30 September oleh PKI.

Alhasil pembangunan pura baru kembali dilakukan pada bulan Juli tahun 1967, dan diresmikan serta dibuka untuk umum pada 13 Mei 1968 atau setahun setelah pembangunan dilakukan kembali. Sehingga kini anda bisa menemukan Pura Agung Jagatnatha tersebut di titik sentral Kota Denpasar.

2. Desain Arsitektur Pura

Dilihat dari desainnya, Pura Jagatnatha adalah Pura Kahyangan Jagat yang mempunyai bangunan indah dengan banyak ornamen religius. Selain itu, bentuk pura juga penuh dengan nuansa etnik yang kental. Dimana pada bagian tengah pura bisa ditemukan sebuah Padmasana yang memiliki ketinggian kurang lebih 15 meter.

Padmasana yang terbuat dari batu karang putih tersebut dibuat sebagai singgasana para dewa. Lalu pada bagian menaranya terdapat ukuran wajah serta tangan Bhoma atau anak bumi. Yang mana ukiran tersebut dipercaya memiliki kekuatan untuk mengusir rok roh jahat, supaya kesakralan pura tidak terganggu.

Masuk ke areal pura, pengunjung bisa menemukan sebuah jembatan yang dihiasi dengan ukiran bunga teratai dan katak. Selain itu terdapat juga beberapa pelinggih di sana, seperti Pelinggih Ratu Made, Pelinggih Ratu Niang, dan Pelinggih Dalem Karang. Dan ada pula bangunan candi bentar, bangunan Bale Gong, bale Peselang, Bale Kulkul, serta Perniyosan.

Pura Agung Jagatnatha secara umum tidak seperti Pura Kahyangan Jagat lain yang lazimnya mempunyai 3 halaman, yakni nista, madya, dan utama manda. Karena Pura Jagatnatha ini hanya mempunyai 1 pelataran saja yang terbilang cukup luas. Selain dijadikan sebagai tempat beribadah oleh umat Hindu, pura ini juga kerap dikunjungi wisatawan sebagai tujuan destinasi.

Daya Tarik di Pura Agung Jagatnatha
Photo by Google Maps Cokorda Sarotama

3. Hanya Memiliki Beberapa Pengelola

Pura Jagatnatha dibangun sebagai sebagai Pura Kahyangan Jagat atau altar dari para dewa yang turun ke dunia. Namun ada hal yang cukup unik dari pura ini bila dibandingkan dengan Pura Kahyangan lainnya. Sebab umumnya Pura Kahyangan di Bali selalu ada pengempon atau pengelola tradisional dari desa pakraman di lingkungan tempat didirikannya.

Akan tetapi, Pura Jagatnatha di Denpasar ini tidak memiliki pengempon, melainkan hanya mempunyai beberapa pengelola saja. Baik itu untuk perencanaan pembangunan, pengelolaan dana, pemeliharaan, maupun upacara sehari hari dan saat hari raya. Pelaksanaan upacaranya dari Pemkot Denpasar oleh Panitia Hari Raya Hindu, sementara pengelolaannya dari Komite Pengembangan Jagatnatha.

4. Keindahan Pura

Bukan tanpa alasan Pura Agung Jagatnatha dijadikan sebagai pilihan destinasi oleh para wisatawan. Bahkan wisatawan yang mengikuti city tour di Denpasar biasanya akan otomatis dibawa mengunjungi pura ini. Bagaimana tidak, keindahan pura memang bisa menjadi daya tarik utama yang membuatnya mampu menarik perhatian para wisatawan.

Dengan pintu masuk yang terlihat begitu megah serta berhiaskan pola indah dari cerita epos Hindu dan dewa dewi yang terukir di dinding, dari luarnya saja pura tersebut sudah tampak sangat indah. Di halaman luar, pengunjung bisa melihat patung besar dari menara penguasa alam bawah. Dan di halaman bagian terlihat seperti sebuah galeri dengan parit yang mengelilinginya.

Alamat dan Rute Lokasi

Alamat Pura Agung
Photo by Google Maps Cokorda Sarotama

Pura Agung Jagatnatha berlokasi di titik sentral Kota Denpasar atau lebih tepatnya di Jalan Mayor Wisnu, Desa Daun Puri Kangin, Denpasar Timur, Kota Denpasar. Lokasi ini sangat mudah dicari karena berada di ibu kota Pulau Bali sendiri, sebelah timur dari Alun Alun Kota Denpasar. Tidak heran jika pura cantik tersebut seringkali terlihat ramai pengunjung.

Dari Gor Kota Denpasar, jaraknya hanya sekitar 1,2 kilometer saja yang mana pura ini berdampingan dengan SMPN 1 Denpasar sehingga tidak sulit untuk mencarinya. Lokasi yang strategis tersebut juga membuat anda lebih mudah mencari transportasi untuk mencapai pura. Jika ingin lebih mudah, anda bisa mengikuti tour city yang biasanya menjadikan Pura Jagatnatha sebagai pemberhentian.

Namun bagi anda yang tidak ingin mengikuti tour city juga tidak masalah, karena terdapat bus umum atau transportasi publik lainnya yang dapat dimanfaatkan. Nantinya anda bisa berhenti dan turun di terminal bus Kota Denpasar Timur. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan ojek untuk menuju pura.

Jalur bus yang berhenti dekat pura ini sendiri yaitu KORIDOR 1 dan KORIDOR 02. Dimana KORIDOR 02 merupakan bus pertama yang menuju Pura Agung Jagatnatha dan berhenti pada pukul 13.00 WITA. Sementara KORIDOR 1 merupakan bus terakhir yang menuju pura, dan berhenti di dekat sana pada pukul 04.39 WITA.

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk

Harga Tiket Masuk Pura Agung
Photo by Google Maps Cokorda Sarotama

Selama pandemi akibat wabah virus yang melanda, Pura Agung Jagatnatha dibuka untuk umum dari pukul 07.00 pagi sampai dengan 21.00 malam. Sementara untuk harga tiket masuknya sendiri tidak ada informasi resmi yang berkaitan dengan hal tersebut. Beberapa sumber menyebutkan bahwa pengunjung bisa masuk tanpa membayar tiket alias gratis.

Bahkan pengunjung yang tidak membawa perlengkapan kain sendiri juga bisa meminjam secara langsung di sana tanpa dipungut biaya. Perlu diketahui bahwa masuk ke area pura memang tidak boleh menggunakan celana atau rok pendek. Sehingga pengunjung yang tidak menggunakan pakaian adat, wajib mengenakan kain yang dililitkan ke pinggang saat memasuki Pura Jagatnatha ini.

Namun ada baiknya anda bertanya kembali terkait harga tiket masuk pura kepada pihak pengelola, apakah diberlakukan atau tidak, mengingat bahwa pura ini sudah dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata saat ini. Pun dengan peminjaman kain yang disediakan di sana, agar anda tidak melanggar peraturan yang ada.

Aktivitas yang Menarik Dilakukan

Aktivitas Menarik Pura Agung
Photo by Google Maps Cokorda Sarotama

1. Menikmati Keindahan dan Keunikan Pura

Memiliki keindahan dan keunikan dari bangunan arsitekturnya, Pura Agung Jagatnatha memang kerap dikunjungi oleh para wisatawan untuk menikmati hal tersebut. Terlebih letaknya bersebelahan dengan Museum Bali yang mana sering dikunjungi oleh para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Tidak heran jika para wisatawan tersebut selalu menyempatkan diri untuk melihat lihat keindahan Pura Jagatnatha setelah rampung menikmati berbagai hal menarik di Museum Bali. Suasana asri dan sejuk di pura juga selalu berhasil membuat para pengunjung betah menyaksikan keindahan yang ada di sana.

2. Berburu Foto

Dengan keindahan yang ada, tentu berburu foto menjadi salah satu kegiatan yang tidak boleh dilewatkan oleh para wisatawan. Biasanya memang banyak pengunjung yang terlihat asyik mengabadikan momen di sana. Namun perlu diingat bahwa pura tersebut masih digunakan sebagai tempat ibadah oleh masyarakat, sehingga tetap jaga sopan santun selama anda berkunjung.

3. Berkunjung ke Objek Wisata Sekitar

Selain Museum Bali, Pura Jagatnatha berada di kawasan yang berdekatan dengan objek wisata lainnya. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui rasanya menjadi peribahasa yang cocok di sini. Dengan datang ke sana, maka anda bisa sekaligus berkunjung ke Museum Sidik Jari, Monumen Bajra Sandhi, Pasar Seni Kumbasari, dan Taman Budaya Art Center.

Fasilitas di Kawasan Pura Agung Jagatnatha

Fasilitas Pura Agung Jagatnatha
Photo by Google Maps Satya Dharma

Selain menyediakan fasilitas persembahyangan untuk umat Hindu yang datang, Pura Jagatnatha sebagai sebuah wisata religi juga menghadirkan deretan fasilitas lainnya untuk para pengunjung.

Di antaranya yaitu taman yang luas, area parkir kendaraan, kamar mandi bersih, tempat istirahat, penjual makanan, rumah makan, hotel, dan masih banyak lagi fasilitas yang mendukung kebutuhan pengunjung.

Sebagai wisata pura terbesar di Kota Denpasar yang mana letaknya berada di titik sentral dari kota tersebut, tentu kurang afdol rasanya apabila anda tidak berkunjung ke sana selama berada di ibu kota Pulau Bali. Terlebih Pura Agung Jagatnatha berada di kompleks wisata dengan lokasi yang mudah dicapai, sehingga ada banyak keseruan yang bisa anda dapatkan.