Asyiknya melihat penyu-penyu langka di Tanjung Benoa, Bali. Pulau Penyu bisa menjadi tujuan wisata alam dan edukasi terbaik saat berlibur bersama orang tercinta.

Lokasi: Tanjung Benoa, Kec. Kuta Selatan, Kab. Badung.
Map: Cek Lokasi

Berkunjung ke Bali saat liburan memang sudah menjadi rahasia umum. Menghabiskan waktu liburan atau akhir pekan di Bali sangat pas jika dijadikan ajang berkumpul bersama keluarga ataupun sahabat. Momen tersebut bisa Anda lakukan di tempat-tempat indah dan nyaman.

Eksotisme alam yang disuguhkan Bali seakan bisa menghilangkan segala kepenatan Anda dari sibuknya kegiatan sehari-hari. Apabila Anda berkunjung ke pulau dewata, tidak ada salahnya singgah ke Pulau Penyu yang terdapat di Tanjung Benoa ini.

Pesona pulau ini akan memberikan pengalaman berbeda ketika berwisata ke Bali kali ini. jika Anda tertarik untuk mengunjunginya simak beberapa informasi penting tentang Pulau Penyu Tanjung Benoa berikut ini.

Liburan Seru dan Menyenangkan di Pulau Penyu

Liburan di Pulau Penyu
Image Credit: Google Maps (Taufan Yudhistira)

Anda sering berlibur ke Bali, namun ingin referensi wisata yang berbeda? Maka Anda patut datang ke Pulau Penyu Tanjung Benoa ini. Salah satu destinasi wisata edukasi ini kini sangat populer dikalangan para travelller dan pecinta hewan-hewan langka.

Berkunjung ke tempat ini Anda tidak hanya sekedar bersenang-senang dan menghilangkan kejenuhan, namun Anda juga bisa belajar dan melihat langsung penyu-penyu yang ditangkarkan. Destinasi wisata satu ini cocok dimasukkan dalam wishlist liburan Anda berikutnya karena berkunjung ke sini dijamin tidak akan membuat Anda menyesal.

Terdapat sejarah yang panjang kenapa Pulau Penyu Tanjung Benoa ini didirikan. Konon sekitar tahun 90an hingga akhir tahun 1999 hewan penyu ini keberadaannya sudah hampir punah di tanah Bali. Hal tersebut diakibatkan penyu-penyu tersebut banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Duh, tidak bisa dibayangkan hewan imut seperti penyu dimasak dan dihidangkan di piring, sungguh tega!

Selain dijadikan kudapan ternyata penyu juga dijadikan sebagai hewan untuk ritual atau upacara yang dilaksanakan di pura-pura. Maka tak ayal, keberadaan penyu khususnya penyu hijau hukumnya wajib ada ketika acara sakral tersebut dilaksanakan.

Menurut masyarakat Bali terdahulu yang gemar menyantap penyu, tekstur daging yang empuk serta rasa dagingnya yang lezat merupakan alasan utama dibalik punahnya hewan tersebut. Seiring berjalannya waktu, populasi penyu yang semakin menipis membuat pemerintah menegaskan bahwa untuk tidak mengonsumsi dan menangkap penyu dengan alasan apapun.

Sedangkan untuk kebutuhan ritual keagamaan pemerintah memperkenankan cukup menggunakan penyu. Penggunaan tersebut pun hanya diperkenankan untuk upacara ritual yang diadakan di pura-pura besar saja. Sudah bisa Anda dibayangkan kan bagaimana langkanya populasi penyu hingga untuk acara sepenting itu pun dibatasi?

Budaya gotong royong rakyat Indonesia benar-benar tercerminkan antara pemerintah Bali dengan masyarakatnya. Pasalnya, pemerintah yang sadar akan kondisi keberadaan penyu yang terancam tersebut kemudian mengelola pulau kecil yang terletak di Tanjung Benoa sebagai tempat untuk melindungi sekaligus penangkaran penyu hijau sedangkan pengelola dan pemeliharaan diserahkan pada masyarakat.

Rute Menuju Lokasi Pulau Penyu Tanjung Benoa

Rute Menuju Pulau Penyu Tanjung Benoa
Image Credit: Google Maps (Sreeraman C.R)

Bagi Anda yang belum tahu, letak destinasi wisata menarik ini terletak di Kabupaten Badung, Tanjung Benoa Bali. Karena objek wisata ini masih termasuk kawasan wisata Tanjung Benoa maka Anda bisa sekaligus menikmati eksotisnya pantai dan hembusan angin pantai yang menyegarkan.

Jika tertarik berkunjung ke Pulau Penyu Tanjung Benoa ini Anda harus menempuh perjalanan sekitar 40 menit dari kota Denpasar menuju pantai Tanjung Benoa. Sedangkan jika Anda menginap di daerah Kuta, maka Anda harus pergi ke arah selatan yang jaraknya sekitar 23 km dengan menghabiskan waktu perjalanan sekitar 27 menit saja.

Setelah sampai di pantai Tanjung Benoa perjalanan dilanjutkan dengan menumpangi kapal motor atau lebih dikenal dengan glass bottom boat. Dinamakan demikian karena dasar perahu tersebut bukan dilapisi kayu, besi atau material yang gunakan sebagai dasar kapal pada umumnya, melainkan dari kaca. Ketika menaiki perahu tersebut Anda dapat melihat panorama di bawah laut dari atas perahu secara jelas.

Tak hanya melihat bawah laut dari atas perahu, Anda juga bisa memberi makan ikan-ikan yang berkeliling di bawah perahu secara langsung. Anda tidak membawa pakan ikan atau sejenisnya? Ya memang tidak perlu, karena ketika Anda menaiki perahu maka pemandu akan memberikan kepada Anda.

Anda dan keluarga akan dibawa sekitar 300-500 dari tepi pantai untuk melihat indahnya panorama bawah laut sembari memberi makan ikan selama 15 menit. Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju tujuan utama yaitu Pulau Penyu Tanjung Benoa, perjalanan ditempuh sekitar 15 menit. Selama perjalanan Anda bisa menyaksikan indahnya pesisir pantai, perhotelan di sebrang dan kapal yang sibuk bongkar muat.

Glass bottom boat merupakan perahu dengan kaca tembus pandang dan mempunyai kapasitas antara delapan hingga sepuluh orang penumpang. Bagi Anda yang akan menumpangi perahu unik ini harga sewa yang dikeluarkan sekitar Rp 500.000 lengkap dengan pemandu. Namun, Anda juga bisa memesannya melalui jasa perjalanan wisata atau secara online tentunya dengan harga yang lebih murah.

Harga Tiket & Jam Operasional Pulau Penyu Bali

Harga Tiket Pulau Penyu Bali
Image Credit: Google Maps (Gerda Heffels)

Tergolong sebagai destinasi favorit para wisatawan, anda tidak perlu dengan biaya masuk yang akan membuat kantong jebol. Bagi pengunjung lokal tarif yang dikenankan sebesar Rp 10.000. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara (Warga Negara Asing) harga tiketnya yaitu Rp 20.000. Namun jika Anda membawa anak, atau saudara yang masih pelajar maka cukup membayar Rp 5.000 saja.

Pengelolaan di tempat ini sangat terorganisir dengan baik. Masyarakatnya benar-benar menjalankan penangkaran dengan sangat apik. Hal tersebut dapat terlihat dari pengelolaan tiket. Tiket masuk tersebut merupakan donasi yang digunakan untuk membeli pakan juga dimanfaatkan sebagai biaya perawatan dan pengelolaan penangkaran ini.

Jika Anda berencana mengunjungi tempat ini, catat jam bukanya agar tidak keliru. Tempat ini dibuka mulai pukul sembilan pagi hingga empat sore waktu Bali. Ada sedikit tips untuk Anda, karena letaknya yang berada di pesisir pantai waktu terbaik untuk berkunjung ke sini yaitu saat tengah hari atau jam 12 siang. Pada saat tersebut selain keadaan pantai surut Anda juga dapat menyaksikan indahnya laut lepas.

Daya Tarik Wisata yang Ditawarkan Pulau Penyu

Daya Tarik Wisata yang Ditawarkan Pulau Penyu
Image Credit: Google Maps (Kamal alatas)

Banyak pengunjung yang datang ke tempat ini bersama dengan keluarga tercinta atau serombongan pelajar untuk melihat penyu yang keberadaannya mulai langka. Ya, benar destinasi wisata ini selain sebagai tempat untuk menyaksikan satwa yang mulai angka juga dijadikan tempat edukasi. Artinya selain merefresh kembali pikiran Anda juga mendapatkan ilmu dan pengalaman baru di sini.

Di Pulau Penyu Tanjung Benoa ini tak hanya terdapat penyu hijau saja. Terdapat beberapa jenis penyu yang dilindungi juga dirawat diantaranya yaitu jenis penyu pipi, penyu sisik dan penyu lekang. Keberadaan jenis penyu tang tak banyak dan jarang ditemui tersebut tak akan membuat Anda segera meninggalkan lokasi ini.

Datang ke lokasi ini terasa tak cukup jika hanya melihat saja. Bagi yang ingin berinteraksi dengan penyu-penyu lucu ini, Anda diperkenankan menyentuh dan memberi makan penyu. Kegiatan seru ini menjadi favorit para pengunjung, khususnya bagi yang datang bersama anak-anak karena sensasi beru berinteraksi dengan penyu secara langsung.

Jika memberi makan kurang menantang maka Anda bisa menggendongnya secara langsung. Ya, Anda bisa menggendongnya bak seorang anak kecil. Ketika menggendongnya jangan lupa pula untuk mengabadikannya dengan kamera. Setelah dari tempat ini dijamin koleksi foto Anda akan penuh dengan hewan-hewan langka yang lucu ini.

Melihat telur-telur penyu yang menetas tentunya akan menjadi pengalaman paling seru. Pasalnya kesempatan ini tidak setiap hari ada. Jika beruntung Anda bisa menyaksikan momen mengasyikkan tersebut di tempat ini. Menyaksikannya bersama anak-anak pasti akan lebih seru dan dapat menjadi pengalaman baru bagi mereka.

Pulau Penyu Tanjung Benoa
Image Credit: Manusialembah.com

Anda tidak hanya bisa melihat penyu-penyu secara langsung. Di tempat ini juga terdapat anak penyu atau tukik yang ditangkarkan dan kemudian akan dilepaskan kembali ketika usianya mencapai satu bulan. Namun tidak semua tukik akan dilepaskan ke laut, jika dihitung kemungkinan hanya 50 persen tukik yang akan dilepas, karena naluri bertahan hidup bebas tukik bisa terancam dengan adanya predator pemangsa.

Tak hanya tukik-tukik kecil nan lucu. Di penangkaran penyu ini juga terdapat penyu-penyu berusia puluhan tahun dengan ukuran yang cukup membuat Anda terkagum-kagum. Bentuk dan motif-motif tempurung yang bervariasi tentunya dapat Anda potret dan diabadikan untuk mengisi feed instagram Anda.

Selain jenis-jenis penyu langka dan dilindungi, juga ada beberapa satwa unik yang dirawat di tempat ini diantaranya yaitu monyet, burung kakak tua, burung elang, kelelawar hingga ular. Anda diperkenankan berfoto dengan hewan-hewan tersebut juga memberi makan secara langsung dengan pakan yang telah disediakan oleh pengelola. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk mencobanya?

Itulah beberapa informasi menarik tentang Pulau Penyu Tanjung Benoa yang berada di Bali. Jika Anda berkunjung ke pulau dewata, berkunjung untuk melihat penangkaran penyu di Pulau ini dapat dijadikan pilihan terbaik.