Pesona Pancuran Tirta Empul, objek wisata di Bali yang dikenal sebagai kolam suci dengan desain arsitektur unik. Tempat untuk aktivitas penyucian dan buang sial yang menarik dikunjungi.

Lokasi: Jl. Tirta, Manukaya, Kec. Tampaksiring, Kab. Gianyar.
Map: Cek Lokasi

Pancuran tirta empul merupakan aliran air dari mata air abadi yang digunakan untuk tradisi melukat. Tradisi menyucikan diri tersebut sering dilakukan masyarakat Hindu Bali. Kini dengan semakin populernya wisata Bali, banyak masyarakat luar Bali yang juga melakukan pembersihan melukat.

Wisatawan yang tertarik untuk mencoba kesegaran air di Pura Tirta Empul tidak hanya dari lokal tetapi juga wisatawan asing. Wisatawan biasanya akan mengantri panjang, terutama saat musim libur tiba. Wisatawan harus antri dan bersabar menunggu giliran untuk membasuh tubuh di pancuran ini.

Tradisi membersihkan diri di pancuran ini sangat menarik perhatian wisatawan karena banyak manfaatnya. Selain itu, kawasan ini banyak menarik perhatian dengan desain bangunannya yang menggunakan arsitektur Bali tradisional. Jika Anda tertarik, lokasi wisata ini sangat mudah diakses dan bisa menjadi pilihan wisata murah.

Pancuran Tirta Empul Sebagai Tempat Prosesi Melukat

Pancuran Tirta Empul Prosesi Melukat
Image Credit: Instagram.com @weltenbummelz

Banyak wisatawan yang datang ke pura ini, baik itu wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Wisatawan yang datang akan mengantre untuk masuk ke dalam kolam. Saat berkunjung ke pura ini, wisatawan dapat menjumpai sebuah tradisi yang unik dan juga menarik.

Tradisi yang biasa dilakukan di Pura Tirta Empul Bali ini adalah melukat. Sebuah tradisi masyarakat Bali untuk melakukan penyucian diri. Wisatawan dapat mengikuti upacara tersebut dengan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Salah satu syarat wajib untuk bisa melakukan melukat adalah mengenakan kain kamen.

Kamen merupakan kain khusus yang biasa dikenakan pada saat melakukan persembahyangan di sebuah pura. Selain itu, wisatawan juga harus meletakan canang di bagian atas dari pancuran yang akan digunakan. Saat melukat, wisatawan dapat memanjatkan doa. Bagian akhir prosesi melukat adalah dengan menangkup tangan.

Melukat adalah salah satu aktivitas yang dipercaya oleh masyarakat Hindu Bali sebagai pembersihan diri yang memberi banyak manfaat. Menurut kepercayaannya, melukat dapat melancarkan jodoh, mengobati berbagai penyakit, hingga mendekatkan jodoh.

Tradisi melukat biasanya dilakukan di dalam kawasan Pancuran Tirta Empul. Terdapat sebuah kolam panjang dengan pancuran yang ada di salah satu bagian pura. Bagian tersebut merupakan Jabe Tengah atau Madya Mandala, tempat bagi para wisatawan bisa mengikuti tradisi menyucikan diri atau melukat.

BACA JUGA:  Pura Lempuyang Luhur, Tempat Suci Umat Hindu di Bali

Sumber Mata Air di Dalam Pura Tirta Empul

Sumber Mata Air di Dalam Pura Tirta Empul
Image Credit: Instagram.com @achmadsholeh

Keunikan dan daya tarik dari tempat wisata ini adalah adanya sumber mata air. Letak pura ini sendiri berada di lembah yang dikelilingi perbukitan. Selain suasana yang sejuk, lokasinya yang berada di tengah perbukitan membuat pura ini memiliki sumber mata air yang sangat jernih dan segar.

Terdapat sebuah kolam besar yang menampung sumber mata air tersebut di bagian jabe jeroan atau utama mandala. Kolam air tersebut berisi air yang dipenuhi alga hijau dan juga ikan-ikan kecil. Air inilah yang nanti dialirkan ke pancuran-pancuran di kolam jabe tengah.

Terdapat puluhan pancuran yang mengalirkan air dari sumber mata air Pura Tirta Empul. Berderet dari timur ke barat, 30 pancuran dengan masing-masing pancuran memiliki nama. Terdapat pancuran pembersihan, pancuran cetik, pancuran pengklukatan, pancuran sudamala, dan masih banyak lagi.

Sesuai dengan manfaatnya, pancuran di pura ini terbagi menjadi 14 pancuran untuk pembersihan, 6 pancuran untuk penyakit berat dan upakara, serta 2 pancuran untuk pelebur sumpah dan kutukan.

Salah satu pancuran untuk memohon keberuntungan adalah pancuran tirta merta. Sedangkan untuk memurnikan jiwa ada pancuran tirta sudhamala. Pancuran tirta gering dipercaya dapat mengusir hawa negatif dan roh jahat.

Membasuh tubuh di pancuran ini diyakini oleh beberapa orang dapat membuang sial. Terlepas dari cerita tersebut, aliran air di objek wisata ini benar-benar terasa segar di tubuh. Aliran air dari pura ini akan bermuara ke sebuah sungai yaitu Pekerisan. Aliran air tersebut dimanfaatkan untuk irigasi ribuan hektar sawah yang ada di sekitarnya.

Cerita dan Sejarah Pancuran Tirta Empul

Cerita dan Sejarah Pancuran Tirta Empul
Image Credit: Instagram.com @katarina.ondrejkova

Kawasan wisata tirta empul ini juga menarik dengan cerita dan sejarahnya. Sumber mata air suci di tempat ini dipercaya merupakan buatan dai Dewa Bathara Indra. Mata air suci dibuat karena seorang raja tamak yaitu Raja Mayadanawa yang membuat mata air yang beracun.

Sekarang mata air ini dikenal sebagai tempat pembersihan diri bagi masyarakat Hindu Bali. Masyarakat umum dan wisatawan juga bisa mengikuti kegiatan membersihkan diri ini. Ada beberapa ketentuan yang harus ditaati oleh wisatawan jika ingin melakukan pembersihan diri atau melukat.

Wisatawan juga wajib mengikuti tata cara pembersihan diri di tirta empul sesuai peraturan yang berlaku. Diawali dengan peletakan sesajen atau canang di atas pancuran.

Selanjutnya canang diisi dengan dupa yang dibakar dan wisatawan bisa memanjatkan doa. Setelah itu, membasuh seluruh tubuh menggunakan mata air suci. Basuh secara menyeluruh mulai dari ujung kepala. Lakukan hal tersebut pada setiap sumber mata air suci yang difungsikan untuk pembersihan.

BACA JUGA:  Air Terjun Aling-Aling Buleleng Bali - Daya Tarik, Lokasi & Harga Tiket

Mata air yang mengalir di pancuran-pancuran ini sangat segar dan jernih. Masyarakat sekitar percaya bahwa kegiatan melukat di tempat ini bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit ringan seperti asam urat dan rematik.

Kini tidak hanya masyarakat Bali saja yang menyucikan diri di mata air suci tirta empul ini. Wisatawan yang berlibur ke Bali juga banyak yang tertarik untuk mencoba merasakan sejuknya air di kawasan pura ini. Wisatawan lokal maupun asing dapat membasuh tubuh di area kolam tersebut, tentunya dengan aturan dan tata caranya yang benar.

Keunikan Pancuran Tirta Empul

Keunikan Pancuran Tirta Empul
Image Credit: Instagram.com @gunggex_ulan

Selain melihat atau mengikuti aktivitas melukat, tempat wisata ini juga menaik dengan keunikan desain arsitekturnya. Bagian pancuran yang biasa digunakan untuk melukat memiliki bentuk lonjong menyerupai rumah keong. Semua desain bangunan di kompleks Pura ini menggunakan desain tradisional Bali.

Bangunan pura sendiri tercatat dalam sejarah sudah berdiri sejak tahun 962 masehi. Pada masa itu merupakan masa pemerintahan dari Dinaswi Warmadewa. Kompleks Pura Tirta Empul di bagian Jeba sisi memiliki gapura besar yang akan menyambut para wisatawan yang datang.

Pembatas untuk kolam dan bagian-bagian pura menggunakan tembok batu. Bagian kolam dan pancuran yang biasa digunakan wisatawan juga menggunakan batu. Warnanya hitam yang memberikan nuansa khas kolam Bali. Ditambah lagi dengan airnya yang sangat jernih membuat batuan hitam di area tersebut terlihat semakin menawan.

Di sisi samping dari kolam untuk melukat, terdapat sebuah kolam yang berisi ikan-ikan koi berukuran besar. Jumlah ikannya sangat banyak dengan warna-warna yang mencolok dan cantik. Wisatawan bisa memberi makan ikan tersebut dengan pakan ikan yang disediakan di sekitar kolam.

Tempat Releksasi Terbaik

Tempat Releksasi Terbaik
Image Credit: Instagram.com @andrepriebs

Suasana di kompleks wisata pancuran tirta empul sangat sejuk dan tenang. Lingkungannya begitu asri dengan dikelilingi banyak perbukitan hijau. Udaranya pun begitu segar dan cocok untuk melepas penat dan mengusir stress. Jika Anda ingin menghindar sejenak dari keramaian, tempat wisata ini bisa menjadi pilihannya.

Selain panorama yang indah dan suasana yang tenang, kawasan wisata yang satu ini juga menarik dengan sumber mata airnya yang sangat sejuk. Aliran air di tempat ini selalu lancar dan mengalir sangat jernih. Kesejukan air dan udara di Pura Tirta Empul dapat menyegarkan tubuh dan pikiran.

Jika Anda tertarik untuk mengikuti ritual melukat atau ingin menikmati kesegaran mata air di tempat ini, jangan lupa untuk membawa pakaian atau baju ganti. Wisatawan bisa antri untuk membasuh tubuh di pancuran mata air suci ini. Biasanya antriannya tidak terlalu banyak apabila Anda datang di hari biasa atau weekdays.

BACA JUGA:  Taman Nasional Bali Barat, Menikmati Keindahan Savana di Pulau Dewata

Saat menyebur ke kolamnya, air yang sejuk dan segar akan membuat kaki-kaki Anda menjadi lebih rileks. Setelah Anda lelah berjalan-jalan di pantai atau di jalanan kota, air kolam di pura ini dapat menjadi terapi agar kembali segar.

Selanjutnya jika tiba giliran Anda menggunakan pancuran, jangan lupa dengan tata caranya. Taruh sesaji di atas pancuran yang akan Anda gunakan. Basuh tubuh dari bagian atas dan ulangi terus untuk pancuran-pancuran lainnya. Airnya yang sejuk dijamin akan membuat tubuh terasa lebih segar.

Selesai membasuh di kolam pembersihan, Anda bisa berganti pakaian dan berkeliling ke bagian lain dari pura ini. Anda bisa memberi makan ikan koi di kolam yang berada di dekat kolam penyucian. Pemandangan ikan yang warna-warni di kolam tersebut sering menjadi spot foto favorit bagi wisatawan yang datang ke Pura Tirta Empul.

Rute Menuju Lokasi Pancuran Tirta Empul

Rute Menuju Pancuran Tirta Empul
Image Credit: Google Maps (Sagar Karia)

Apabila Anda berada di daerah Denpasar dan ingin menuju kawasan Pura Tirta Empul, jarak yang ditempuh kurang lebih 1,5 jam perjalanan. Anda bisa menggunakan sepeda motor atau mobil melewati rute Denpasar dan kemudian Ubud. Perjalanan dari Ubud dilanjutkan ke daerah Kintamani.

Rute dari Denpasar ke tempat ini sangat mudah dengan jalan aspal yang lebar dan kondisinya baik. Jalan tersebut jarang mengalami kemacetan sehingga bisa sampai ke lokasi pancuran sesuai perkiraan.

Sedangkan untuk wisatawan yang datang dari arah Bandara Internasional Bali, perjalanannya cukup lama sekitar 1 jam 40 menit untuk jarak kurang lebih 50 km. Transportasi yang bisa digunakan untuk sampai ke Tirta Empul antara lain taxi, sepeda motor, atau mobil.

Sepeda motor menjadi sarana yang paling mudah dan terjangkau untuk mencapai lokasi sumber mata air suci ini. Transportasi umum yang tersedia hanya taxi atau bisa juga dengan menyewa mobil.

Harga Tiket Masuk Pancuran Tirta Empul

Harga Tiket Pancuran Tirta Empul
Image Credit: Google Maps (Marta Soldevila)

Objek wisata Pancuran Tirta Empul ini buka setiap hari. Namun untuk hari-hari besar keagamaan, kawasan wisata pura ini hanya dibuka untuk aktivitas ibadah. Anda bisa datang antara jam 7 pagi hingga jam 5 sore atau sesuai jam operasional.

Harga tiket masuk untuk setiap pengunjung sangat terjangkau yakni Rp 15.000,- per orang. Biaya parkir roda dua atau sepeda motor sebesar Rp 2.000,-. Bagi yang membawa roda empat atau mobil bisa parkir dan membayar biaya parkir sekitar Rp 5.000,-.

Itulzh beberapa daya tarik dari pancuran tirta empul sebagai salah satu destinasi wisata di daerah Gianyar, Bali. Lokasi pancuran ini berada dalam kawasan Pura Tirta Empul dan dekat dengan istana presiden Soekarno atau istana Tampaksiring.