Harga Tiket: Rp 50.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Kompleks Bali Tourism Development Corporation (BTDC) Area Blok P, Benoa, Kec. Kuta Selatan, Kab. Badung, Bali.

Jika berbicara mengenai Bali, sederet objek wisata yang menarik bisa anda temukan untuk tujuan liburan. Tidak hanya pantai, Pulau Dewata juga punya banyak destinasi populer lainnya yang bisa dikunjungi. Ada pula tempat wisata yang sekaligus bisa menjadi sarana edukasi, contohnya dengan berkunjung ke museum.

Jangan terburu-buru menganggap museum membosankan, karena salah satu museum di Bali yakni Museum Pasifika sangat jauh dari kesan membosankan. Museum kesenian di Pulau Seribu Pura ini ada di kawasan Nusa Dua, dan sudah berstandar internasional. Padahal dulunya hanya art centre biasa dan belum masuk ke dalam kategori museum. Saat ini sudah termasuk museum seni terbesar di Asia.

Daya Tarik Wisata Museum Pasifika

Daya Tarik Wisata Museum Pasifika
Photo by Google Maps Hans Kleijn

1. Sejarah Berdirinya Museum

Sekarang Museum Pasifika memang sudah bertaraf internasional. Namun di tahun 2004 lalu, tempat ini bahkan belum masuk ke dalam kategori museum. Saat itu, objek wisata tersebut hanya berupa art centre yang memiliki nama Asia Pacific Art Centre. Karena jumlah koleksi yang disimpan terus bertambah, akhirnya pada tahun 2006 berubah secara resmi menjadi sebuah museum.

Museum tersebut berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar dengan bangunan seluas kurang lebih 30 are. Pendirinya adalah dua pecinta seni kenamaan Indonesia yaitu Moetaryanto P, dan Philippe Augier yang merupakan pria berkebangsaan Prancis namun telah lama bermukim di tanah air.

Gallery museum dibangun sebagai tempat untuk menampung beragam artefak kebudayaan yang berada dari berbagai negara di Asia maupun kawasan Pasifik. Misi dan tujuan yang dibawa dari pembangunnya adalah melestarikan serta mengenalkan tradisi budaya, kemudian disatukan dengan seni abad ke-20.

Misi dan tujuan tersebut membuatnya menghasilkan sebuah karya unik yang berbeda dengan lainnya, sekaligus memberikan cita rasa budaya yang berkesan tinggi. Kini, museum yang kemudian diberi nama Museum Pasifika ini menjadi kawasan objek wisata kelas dunia, yang memudahkan masyarakat untuk melihat berbagai macam karya seni secara langsung.

2. Memiliki Peran Penting untuk Negara

Meski termasuk sebagai museum yang cukup anyar di Bali, museum satu ini memiliki peran yang penting dalam menjaga kelestarian karya seni budaya, baik dalam taraf nasional maupun internasional. Terlebih objek wisata satu ini selalu mengedepankan promosi karya seni warisan budaya asli tanah air.

Hal tersebut membuat museum di Nusa Dua, Bali, ini berhasil memperoleh penghargaan bergengsi yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pihak pengelola sendiri memang sudah berkomitmen untuk terus mempromosikan warisan seni budaya yang asli berasal dari Indonesia.

Di samping itu, pihak pengelola juga mempunyai tujuan untuk memberikan edukasi terhadap para seniman, wisatawan umum, hingga pengunjung siswa terkait budaya yang ada di kawasan Asia Pasifik. Sebab kawasan Asia Pasifik memiliki keanekaragaman budaya dan etnis yang begitu menarik untuk dikulik.

3. Menyimpan Banyak Koleksi Berharga

Masyarakat memang sudah hidup di era digital, namun bukan berarti keberadaan museum satu ini akan terkalahkan oleh dunia digital. Karena saat masuk ke dalamnya, anda akan dibuat kagum dengan banyaknya karya seni yang menyambut. Dimana anda bisa menemukan sekitar 700 karya seni berbentuk lukisan dan kurang lebih 400 patung.

Semua karya seni tersebut tersaji lengkap beserta penjelasannya masing masing. Karya tersebut tercatat hasil tangan dari 200 seniman yang berasal dari 25 negara berbeda. Inilah mengapa Museum Pasifik juga menyandang julukan Asia Pacific Art Museum terbesar yang ada di Asia.

Daya Tarik di Wisata Museum Pasifika
Photo by Google Maps 増田正之

4. Ruangan di Museum Pasifika

Dengan banyaknya koleksi karya seni yang disimpan di Asia Pasific Art Museum ini, anda akan menemukan bahwa setiap ruangan di sana telah dikategorikan agar pengunjung lebih mudah dalam menikmati setiap karya seni yang ada. Ruangan ruangannya dikategorikan berdasarkan koleksi, mulai dari Room I sampai Room XI.

Room I berisikan Indonesian artist, di sana anda akan menemukan puluhan lukisan dari pelukis Indonesia yang dipamerkan. Sebagian besar pelukisnya sendiri berasal dari warga lokal. Hal ini tidak mengherankan, mengingat bahwa Bali bisa dibilang sebagai gudangnya karya seni.

Beberapa seniman Indonesia yang hasil karyanya bisa anda temukan pada ruangan pertama antara lain Raden Saleh, Nyoman Gunarsa, Affandi, Hendra Gunawan, dan Ida Bagus Nyoman. Lalu untuk Room II yaitu Italian artist in Indonesia, hasil lukisan orang Italia yang ada di Indonesia.

Mayoritas objek lukisannya sendiri tidak jauh jauh dari panorama alam dan budaya Bali. Selanjutnya Room III yaitu Dutch artist in Indonesia, berisikan hasil lukisan orang Belanda yang tidak jauh berbeda dari Room II. Sedangkan untuk Room IV adalah French artist in Indonesia, isinya tidak hanya tentang Bali melainkan ada pula lukisan tentang penari Jawa.

Kemudian Room V yakni Indo-European artist in Indonesia, yang merupakan hasil kolaborasi dari pelukis Indonesia dan pelukis dari Eropa. Beberapa objek lukisannya yaitu aktivitas upacara adat yang ada di Bali. Setelah itu ada Room VI sebagai tempat digelarnya pameran dan Room VII untuk seniman dari Indochina, Vietnam, Laos, dan Kamboja.

Room VIII untuk seniman dari Tahiti dan Polinesia, Room IX berisikan berbagai benda seni Vanuatu dan lukisan dari Kepulauan Pasifik, Room X memajang hasil karya seni yang berasal dari Oceania dan Pasifik, serta Room XI khusus untuk seniman dari berbagai negara Asia seperti Malaysia, Myanmar, Thailand, Filipina, Jepang, dan China.

5. Tidak Boleh Sembarangan Memotret

Semua karya seni yang dipamerkan pada setiap ruangan di Museum Pasifika mungkin akan membuat anda terkagum kagum akan keindahannya. Tentunya pesona tersebut pastinya membuat banyak orang tergoda untuk menyimpannya dalam bentuk potret. Namun di sini anda tidak boleh sembarangan memotret karya seni yang ada.

Para pengunjung yang datang ke museum hanya diperkenankan untuk memotret di beberapa ruangan saja, yakni di Room VI temporary exhibition room IX saja. Selebihnya anda cukup mengagumi berbagai keindahan yang ditampilkan pada setiap karya seni yang ada. Untuk lebih jelasnya, jangan lupa bertanya ke petugas selama anda berkunjung ke sini.

Alamat dan Rute Perjalanan Menuju Lokasi

Alamat Menuju Museum Pasifika
Photo by Google Maps Dewanto Agung

Museum Pasifika terletak di kompleks Bali Tourism Development Corporation, di Nusa Dua. Lokasi kompleks tersebut berada di antara berbagai hotel dan resort mewah. Dari bandara, jaraknya hanya sekitar 25 menit perjalanan saja melalui jalan tol atas laut. Aksesnya mudah dilalui dan tidak sulit untuk menemukan museum tersebut.

Pasalnya museum ini berdekatan dengan sejumlah tempat wisata di Bali lainnya, seperti Nusa Dua Theatre, Tanjung Benoa Watersport, Pantai Geger, Wisata Naik Unta di Sawangan, dan Water Blow di pulau Peninsula. Untuk mencapai lokasi tersebut, anda bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun memanfaatkan transportasi umum.

Jam Operasional dan Harga Tiket

Jam Operasional Museum Pasifika
Photo by Google Maps 구지영

Jika anda ingin berkunjung ke Museum Pasifika, destinasi wisata satu ini beroperasi mulai pukul 10.00 hingga pukul 18.00 WITA. Untuk masuk ke dalam museum, anda perlu membayar tiket masuk sebesar kurang lebih Rp. 50.000 saja untuk pemilik KTP Indonesia. Sementara warga negara asing dibebankan tarif masuk sekitar Rp. 75.000.

Namun untuk mahasiswa dan pelajar sekolah, tarif masuk yang diberlakukan lebih murah. Yaitu sebesar Rp. 35.000 untuk mahasiswa dengan menunjukkan kartu mahasiswa, dan Rp. 5.000 untuk pelajar sekolah baik siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, maupun sekolah menengah atas.

Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan

Aktivitas di Museum Pasifika
Photo by Google Maps Aditya Aryatama

1. Menikmati Karya Seni

Salah satu hal menarik yang sudah pasti bisa anda lakukan di Museum Pasifika yaitu menikmati setiap karya seni yang ada. Dengan karya seni yang jumlahnya hingga ratusan, anda bisa menghabiskan waktu seharian untuk mengaguminya. Apalagi di sini karya seni yang dipamerkan tidak hanya lukisan, tapi ada juga yang dituangkan dalam media kain hingga surat asli yang ditulis Ir. Soekarno.

2. Mengikuti Kelas Seni

Tidak hanya mengagumi hasil karya seni orang lain, anda juga bisa mengikuti kelas seni ketika berkunjung ke museum yang berada di jantung Nusa Dua tersebut. Semua kelas seni yang ada akan memungkinkan anda untuk melepaskan kreativitas ketika berlibur di Bali. Pihak pengelola museum sendiri telah menyediakan berbagai macam kelas yang bisa diikuti oleh para wisatawan.

Mulai dari kelas melukis, kelas musik tradisional gamelan, kelas batik, kelas ukiran kayu, kelas tari Bali, hingga kelas yoga. Tidak perlu pengalaman terlebih dahulu untuk mengikuti kelas, siapapun bisa mencoba. Karena pihak pengelola akan menyediakan semua yang anda butuhkan untuk mengikuti kelas. Tapi pastikan anda sudah melakukan reservasi minimal satu hari sebelumnya.

Fasilitas yang Bisa Ditemukan di Museum Pasifika

Fasilitas di Museum Pasifika
Photo by Google Maps 朱德仁。Jeff Chu

Fasilitas yang disediakan di pengelola museum ini terbilang cukup lengkap untuk sebuah wisata sejarah. Berbagai fasilitas ini disediakan untuk memanjakan para pengunjung agar tetap nyaman selama berada di lokasi. Mulai dari area parkir kendaraan yang luas, rest room, function room, toilet, restoran, dan masih banyak lagi.

Jadi siapa bilang kalau berkunjung ke museum itu membosankan! Museum Pasifika yang ada di Nusa Dua ini menjadi salah satu bukti nyata, bahwa museum juga menyimpan banyak hal menarik. Bahkan anda pun bisa menjajal ikut berbagai kelas seni, di samping menikmati berbagai karya seni yang dipamerkan di sana.