Museum Bali salah satu objek wisata sejarah dan budaya di Denpasar, Bali untuk mengenal sejarah perkembangan kebudayaan. Museum ini menyimpan berbagai peninggalan prasejarah dan etnografi. Museum ini menampilkan patung, temuan arkeologi & artefak lainnya.

Harga Tiket: Rp 5.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Mayor Wisnu No.1, Dangin Puri, Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali.

Museum Bali Denpasar merupakan salah satu dari sekian tempat wisata yang cukup sering diminati oleh berbagai macam wisatawan, baik itu dari lokal maupun dari mancanegara. Saking populernya, banyak pula yang menjadikan tempat ini sebagai latar belakang pemotretan saat ingin melakukan foto pre-wedding bagi para pasangan yang ingin menikah.

Karena berlokasi di Denpasar, hal tersebut membuat tempat ini menjadi sangat populer dan ramai oleh kunjungan beragam pihak. Tidak hanya mereka yang menyukai sejarah saja, namun banyak pula kaum awam yang mengunjungi tempat ini dan memperoleh ilmu baru mengenai apa saja yang terjadi di masa lalu.

Untuk itulah, tidak akan lengkap rasanya apabila berkunjung ke Bali namun tidak sempat menyinggahi Museum Bali. Tidak hanya menjadi tempat yang tepat untuk mengisi hari-hari libur, namun museum ini pun juga mampu memberi sensasi yang cukup berbeda apabila sudah jenuh dengan kehidupan sehari-hari.

Daya Tarik Wisata Museum Bali

Daya Tarik Museum Bali
Image Credit: Facebook.com @(เตล็ดเตร่)

Museum Bali adalah suatu museum di Bali yang senantiasa ramai dan dipenuhi oleh para pengunjung dari berbagai khalayak. Tempat penyimpanan barang-barang sejarah ini begitu menarik sebab memiliki berbagai daya tarik yang tentu akan memikat siapapun yang melihatnya.

1. Arsitektur yang Memukau

Daya tarik utama yang dimiliki oleh Museum Bali bisa dibilang terletak pada desain arsitekturnya yang begitu memukau. Berbeda dengan museum lain yang cenderung berada di dalam gedung dan memiliki arsitektur modern, maka museum yang satu ini justru berada di luar ruangan dan menggunakan jenis arsitektur gaya lama untuk gedungnya.

Gedung-gedung tersebut terbuat oleh batu, sehingga dari kejauhan akan tampak bahwa tempat ini mirip seperti candi pada umumnya. Akan tetapi, setelah memasuki ke dalam lingkungan museum maka siapapun akan merasa takjub oleh kemegahan dan keindahan bangunan yang disajikan oleh tempat ini.

2. Koleksi Zaman Prasejarah

Tidak hanya memiliki arsitektur yang sangat memukau saja, namun museum ini pun juga penuh oleh barang-barang yang menjadi saksi bisu atas peristiwa yang terjadi pada zaman prasejarah. Anda dapat menemukan beberapa barang kuno seperti alat berburu yang digunakan oleh manusia zaman dahulu, dan barang-barang prasejarah lainnya.

Koleksi zaman prasejarah tersebut juga dirawat dengan begitu saksama oleh para pengelola museum. Sehingga, tidak akan ditemui kecacatan ataupun kerusakan yang berarti pada benda-benda tersebut sebab mereka sudah disimpan di dalam lemari kaca yang bisa dilihat dengan begitu jelas oleh para pengunjung.

3. Terdapat Beragam Paviliun

Di dalam museum ini, terdapat beragam paviliun yang membuat tempat ini tampak seperti istana pada zaman kuno. Lebih tepatnya, ada 4 paviliun yang terletak di beberapa sisi museum dan bisa dikunjungi oleh pengunjung dengan bebas. Banyak yang menyatakan bahwa paviliun tersebut menjadi lambang yang seolah-olah mewakili beberapa kabupaten yang ada di Bali.

Di tengah-tengah kompleks museum, Anda dapat menemukan paviliun Buleleng yang mengoleksi beberapa pakaian tradisional khas Bali sekaligus kipas tradisionalnya. Pada bagian utara, Anda akan menemukan paviliun Tabanan yang penuh oleh semua peralatan tari tradisional. Lalu, Anda akan melihat sebuah kulkul yang tinggi pada paviliun yang terletak di dekat pintu masuk utama.

Daya Tarik Museum
Image Credit: Google Maps (AK Y)

4. Menyimpan Berbagai Karya Seni

Tidak hanya benda-benda saja, namun Anda pun juga dapat menemukan berbagai karya seni yang dibuat pada zaman dahulu di museum ini. Lukisan yang ditampilkan pun juga memiliki nilai seni yang begitu tinggi, sehingga tak mengherankan apabila banyak yang memuliakan lukisan-lukisan tersebut.

Karya seni tersebut dapat Anda temukan di lantai atas paviliun. Karena begitu banyaknya lukisan yang sangat indah, hal tersebut pun bisa menjadi surga bagi para pemburu karya seni yang masih penuh oleh nilai-nilai tradisional dan masih dipertahankan keaslian karyanya bahkan pada masa sekarang yang sudah mulai tergusur oleh gaya lukisan modernisme.

5. Koleksi Benda Etnografika yang Beragam

Sama halnya dengan museum-museum lainnya, tempat ini pun juga memiliki koleksi benda etnografika yang sangat beragam. Beberapa di antaranya adalah benda-benda yang menyatakan tentang keagamaan, perlengkapan hidup, bahasa, tulisan, dan lain-lain yang mampu mencerminkan tentang bagaimana perkembangan kehidupan yang ada di kebudayaan Bali.

Dengan melihat koleksi benda etnografika tersebut, Anda pun bisa mengetahui apa saja yang terjadi di masa lalu. Bagaimana orang-orang zaman dahulu mencari makanan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, dan bagaimana mereka mengusir rasa bosan akibat kehidupan yang monoton dengan cara melukiskan hal-hal yang mereka lihat di benda-benda tertentu.

Alamat, Rute Lokasi dan Harga Tiket Museum Bali

Alamat Museum Bali
Image Credit: Google Maps (Cokorda Sarotama)

Museum ini memiliki alamat lengkap yaitu di Jalan Mayor Wisnus No. 01, Desa Dangin Puri, Denpasar Timur. Lokasi dari museum ini bisa dibilang cukup strategis, karena masih cukup dekat dengan beberapa tempat wisata populer lain seperti Wisata Canggu dan tempat wisata di Kuta yang lain.

Selain itu, Anda pun juga memulai perjalanan dari Bandara Internasional Ngurah Rai sebab jarak museum dengan bandara hanya sekitar 16 kilometer saja. Untuk mencapai tempat ini, maka Anda dapat menyewa mobil atau kendaraan lain dengan harga tertentu. Anda pun juga bisa memanfaatkan beberapa jasa travel yang akan membantu Anda sampai di lokasi dengan lebih mudah.

Umumnya, harga tiket yang diterapkan agar pengunjung dapat memasuki Museum Bali ini cukup terjangkau. Para pengunjung hanya mengeluarkan biaya sebesar 5 ribu rupiah saja untuk setiap orang.

Bagi yang ingin menggunakan tempat ini sebagai lokasi untuk melakukan pemotretan pre-wedding, maka akan dikenakan biaya yang lebih tinggi. Untuk pemotretan akan diterapkan harga sebesar 150 ribu rupiah per sesinya.

Kegiatan Seru yang Bisa Dilakukan di Museum Bali

Kegiatan Seru Museum Bali
Image Credit: Facebook.com @ganeswara.dekorasi

1. Mencatat Sejarah Benda yang Ada di Museum

Ketika mengunjungi Museum Bali, maka hal yang bisa Anda lakukan sebagai pengunjung salah satunya adalah dengan mencatat sejarah-sejarah benda yang ada di museum tersebut. Hal itu akan menjadi sangat berguna sebagai informasi baru yang dapat Anda dapatkan.

Sehingga, ketika berkunjung ke museum ini Anda pun tidak akan hanya sebagai ajang melepas penat saja. Melainkan, Anda pun juga mendapat ilmu pengetahuan baru yang tidak akan bisa ditemui di tempat-tempat lainnya sebab museum ini sudah menyimpang hal-hal tersebut.

2. Mengamati Karya Seni Lebih Saksama

Kegiatan menarik lainnya ketika berada di tempat ini adalah dengan mengamati benda-benda yang ada di museum dengan saksama. Tetap patuhilah peraturan yang ada di museum, sehingga Anda pun dapat memahami nilai-nilai yang ada di benda tersebut dengan penuh penghayatan.

Kegiatan di Museum Bali
Image Credit: Facebook.com @bee.balitours

3. Memotret Benda-Benda yang Ada di Museum

Tak lengkap rasanya apabila mengunjungi Museum Bali dan tidak mengambil foto tentang kenang-kenangan yang terkandung di museum ini. Untuk itu, Anda pun dapat membawa kamera sebagai alat untuk memotret benda-benda yang ada di museum ini.

Karena tempat ini adalah museum yang mempertahankan keaslian benda-benda yang dilestarikan, maka terkadang akan ada beberapa peraturan terkait tata cara memotret di museum ini. Sama seperti museum yang lain, maka museum yang satu ini pun akan memiliki sepasang tali yang menjadi tanda bahwa pengunjung tidak diperbolehkan untuk melewati garis tersebut apalagi memegangnya..

4. Bernostalgia Menuju Masa Lalu

Karena tempat ini penuh dengan benda-benda yang menjadi saksi sejarah masa lalu, maka Anda pun dapat bernostalgia menuju masa lalu beribu-ribu tahun silam. Dengan menyaksikan benda-benda tersebut, Anda akan merasa seolah-olah melakukan perjalanan waktu menuju masa lalu layaknya sedang hidup di masa-masa tersebut.

Tidak hanya itu saja, namun pengetahuan mengenai masa lalu itu pun akan menjadi sangat berguna untuk mempelajari berbagai ilmu yang berhubungan dengan evolusi manusia. Memperhatikan perubahan yang terjadi dengan mengamati benda-benda tersebut menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengambil pelajaran mengenai apa saja yang sudah terjadi.

Fasilitas yang Bisa Ditemukan di Museum Bali Denpasar

Fasilitas di Museum Bali Denpasar
Image Credit: Google Maps (Nesan Sabesan)

Bisa dibilang, fasilitas yang disediakan di Museum Bali ini sudah termasuk cukup lengkap. Beberapa di antaranya yaitu tempat istirahat, area parkir kendaraan bagi pengunjung yang membawa atau menyewa kendaraan pribadi, kamar mandi, toko penjual barang-barang antik yang bisa menjadi tempat sempurna untuk membeli oleh-oleh, dan lain-lain.

Selain itu, di sekitar museum ini pun juga sudah tersedia berbagai rumah makan yang menjual beragam kuliner khas dari daerah Denpasar. Sehingga, apabila Anda merasa kelaparan tidak perlu lagi merasa khawatir sebab Anda bisa makan di beberapa kedai makanan tersebut.

Begitulah beberapa informasi yang bisa Anda ketahui mengenai Museum Bali di Denpasar. Tidak hanya menyajikan pemandangan dan gedung yang megah saja, namun tempat ini pun juga menjadi tempat yang sempurna untuk memperoleh pengetahuan mengenai kehidupan Bali zaman dahulu.