Museum Seni Agung Rai, salah satu wisata museum seni rupa di Ubud, Bali. Museum Arma memiliki koleksi lukisan yang banyak, baik dari seniman dalam negeri dan mancanegara.

Lokasi: Pengosekan, Kec. Ubud, Kab. Gianyar.
Map: Cek Lokasi

Museum Arma Ubud adalah salah satu tempat wisata yang berada di Bali. Nama “ARMA’’ pada museum ini memiliki kepanjangan Agung Rai Museum of Art. Bangunan ini diresmikan oleh Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro pada tahun 1996 atau lebih tepatnya di tanggal 9 Juni.

Museum ini adalah sebuah dimana karya dari para pelukis terkenal dan kerajinan bersejarah berada. Jika Anda berkunjung kemari, Anda akan melihat betapa kentalnya struktur bangunan dan gaya pengaturan ruangan di museum ini dengan budaya Bali.

Seorang budayawan bernama Anak Agung Gde Rai, adalah orang yang berjasa dalam mempopulerkan karya-karya seni Indonesia serta melestarikannya. Dengan jasanya tersebut, namanya turut dijadikan sebagai nama museum yang berada di Ubud, Bali ini.

Daya Tarik yang Dimiliki Museum Seni Agung Rai

Daya Tarik Museum Seni Agung Rai
Image Credit: Facebook.com @Plan2travell

Museum yang menjadi salah satu wisata terkenal dari Ubud ini memiliki banyak koleksi dari para pelukis terkenal baik itu lokal maupun mancanegara. Lukisan di sini pun ada yang dipajang secara permanen atau temporary, yang berarti suatu saat akan dipindah ke tempat lain. Museum Arma direkomendasikan bagi Anda yang ingin berwisata sambil belajar di Bali.

1. Dibangun di Kontur Tanah Naik-Turun

Banyak diketahui pengunjung, bahwa bangunan Museum Seni Agung Rai ini dibangun di atas tanah yang tidak rata. Beberapa sisi sudah dilakukan perbaikan dengan menggunakan teknik cut & fill, tetapi ada juga beberapa yang sengaja tidak diperbaiki dengan alasan ke-estetikan penampilan. Pengaturan penempatan di atas tanah itu pun harus berhati-hati agar tidak merusak pemandangan.

Lahan yang sengaja dibiarkan tidak rata itu disulap menjadi taman yang indah, tempat peletakan karya museum, dan lain-lain. Tanah ini dapat berubah menjadi tempat yang cocok untuk apapun jika perawatannya tepat.

BACA JUGA:  Museum Blanco Ubud, Wisata Seni & Budaya Populer di Pulau Bali

Taman yang dibangun di atas tanah berkontur naik dan turun ini justru terlihat indah dan punya sisi khasnya. Beberapa tanaman bunga hias yang banyak ditanam di sekitaran bangunan museum adalah Bunga Anggrek dan Bunga Lily Polland.

2. Museum yang Mengusung Tema Outdoor

Outdoor sendiri memiliki arti luar ruangan. B iasanya sebuah museum akan memamerkan koleksi-koleksinya di dalam ruangan dan memberikan kesan rapi dan anggun agar menambah nilai ke-estetikan karya tersebut. Tetapi jika sebuah museum menggunakan tema outdoor, berarti beberapa karya tertentu akan diletakkan dan dipamerkan di luar ruangan.

Dengan mengusung tema itu, pihak pengelola akan sangat dituntut untuk memerhatikan karya yang berada di luar ruangan tersebut. Ditakutkan karya-karya itu akan rusak, entah oleh tangan usil pengunjung atau cuaca di luar ruangan yang tidak dapat dikontrol.

Walau begitu, hal ini justru menjadi salah satu daya tarik Museum Arma. Banyak orang penasaran rasanya berekreasi di dekat sebuah karya seni. Para wisatawan yang biasanya melihat karya seni berada di dalam ruangan, kali ini melihat karya-karya tersebut di luar ruangan seperti berada di taman. Anda juga dapat menyentuhnya, asal dengan hati-hati.

ARMA (Agung Rai Museum of Art)
Image Credit: Tripbaligo.com

3. Memiliki Suasana yang Nyaman dan Tenang

Seperti halnya museum pada umumnya, banyak dari para penikmat tempat ini adalah orang yang ambisius dan dapat menilai seni. Banyak di sini bukan dalam artian semua wisatawan, tapi tetap saja hal itu membuat peminat museum sangat sedikit.

Bagi Anda yang tengah mencari ketenangan dan merasa sedang tidak mau diganggu, di beberapa diorama museum terdapat tempat khusus yang mana dilarang membuat keributan. Dengan hal itu Anda dapat menilai karya seni sepuasnya dengan fokus.

Larangan itu membuat beberapa pengunjung merasa nyaman karena tidak ada yang mengganggu mereka dalam menilai sebuah karya seni. Tempat wisata Museum Arma ini diwajibkan bagi Anda yang ingin berwisata sambil belajar dan tentu saja mencari ketenangan.

4. Menerapkan Budaya Bali yang Kental

Salah satu daya tarik yang paling memikat di tempat ini adalah budaya Bali yang sangat kental pada struktur bangunan dan lain-lain di museum ini. Anda akan dimanjakan oleh suasana damai yang berasal dari pengaturan karya seni yang memuaskan.

BACA JUGA:  Istana Puri Saren Agung Ubud, Megahnya Kerajaan Ubud di Masa Lampau

Selain itu, pada bangunan museum memiliki dua gedung utama, yaitu Bale Dajah dan Bale Dauh yang masing-masing memiliki luas 3.300 dan 1.200 meter persegi. Keduanya dibangun berdekatan dengan kolam serta air mancur, juga sebuah sawah terasering yang indah.

Alamat & Rute Menuju Lokasi Wisata Museum Arma

Lokasi Wisata Museum Arma
Image Credit: Facebook.com @catherine.wolley

Dekat dengan Mandala Suci Wenara Wana atau Monkey Forest, sekitar 8 menit perjalanan dengan jarak 3.8 kilometer melewati Jalan Monkey Forest dan Jalan Hanoman. Alamat museum ini berada di Kabupaten Gianyar di Bali atau lebih tepatnya terletak di Jalan Pengosekan No. 108, Ubud.

Untuk sampai ke Agung Rai Museum of Art ini, jika Anda memulai perjalanan dari Ibukota Denpasar, Anda akan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam dengan jarak tempuh sekitar 22 kilometer.

Rute menuju ke museum Arma dimulai dengan berkendara mengambil arah ke Utara menuju Pulau Seram. Terus berjalan hingga Anda menemukan sebuah patokan atau tanda dari Kopi Soe Genteng Biru. Setelah melewati tempat itu, Anda akan sedikit menyeberang ke Jalan Diponegoro dan Anda akan tiba di Jalan Hasanudin.

Selanjutnya, Anda hanya akan melewati Jalan Thamrin lurus menuju Jalan Cokroaminoto. Setelah ini, Anda akan melewati Jalan Gatot Subroto, setelah ini lanjutkan menuju Jalan Raya Sibang Kaja, lalu teruskan berkendara menuju Jalan Ambarwati No.1.

Anda akan melanjutkan perjalanan lurus hingga ke Jalan Pengosekan, tetapi ini belum selesai. Anda masih harus lurus secara perlahan hingga menemukan gerbang besar cokelat yang menjadi pintu masuk bagi tempat wisata museum ini. Maka sampailah Anda pada museum ini.

Harga Tiket Masuk Wisata Museum Agung Rai

Harga Tiket Museum Agung Rai
Image Credit: Kintamani.id

Selama ini, Museum Agung Rai tetap berdiri walau di zaman yang serba canggih ini banyak orang yang tidak perduli dan jarang mengunjungi museum. Tempat wisata ini mematok tarif Rp. 50.000 per orang tanpa batas umur dan status pengunjung. Dengan membayar sejumlah yang ditentukan, Anda juga mendapat fasilitas minuman teh atau kopi gratis sebagai teman Anda dalam menikmati museum ini.

Sementara itu, jam buka di tempat ini hampir sama seperti tempat lainnya, yaitu akan dibuka di jam 9 pagi dan tutup pada jam 6 sore WIB. Untuk hari buka, selain perayaan Hari Nyepi, museum ini akan selalu buka dan menyambut para pengunjungnya. Pihak pengelola pun akan memberikan pelayanan yang terbaik.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Museum Arma Ubud

Kegiatan di Museum Arma Ubud
Image Credit: Pinterest.com @widyahalim

1. Mempelajari Alat Musik Tradisional

Bali juga memiliki beberapa alat musik tradisional yang menghasilkan suara yang merdu jika dimainkan oleh orang yang tepat. Sembari berwisata kemari, Anda akan mendapat kesempatan untuk berlatih memainkan alat musik tersebut.

BACA JUGA:  Tanah Gajah Resort Ubud, Resort Mewah Dengan Pemandangan Menakjubkan

2. Mempelajari Semua Tentang Kerajinan Tangan di Bali

Kelas kerajinan tangan, sebuah acara yang melibatkan beberapa orang untuk berkumpul dan mempelajari tentang cara membuat kerajinan tangan. Di sini terdapat sebuah tempat yang dapat membawa Anda merasakan cara membuat kerajinan tangan. Seperti batik dan lain-lain, museum ini memiliki banyak hal yang bisa ditunjukkan.

3. Menonton Pertunjukan

Ada sebuah tempat di Museum Arma yang sering diadakan sebuah pentas atau pertunjukan seni. Mereka akan menari dan menunjukkan pada para pengunjung tentang ragam budaya dan tarian dari masyarakat Bali.

4. Menikmati Karya Lukisan

Mengingat rendahnya minat warga Indonesia untuk berkunjung ke Museum membuat kegiatan kali ini terasa sulit. Anda yang hobi menilai karya seni dan menikmatinya akan dapat melakukan hal ini dengan mudah.

Menikmati karya seni bukan hanya sekedar memberi nilai dan atau meneliti apa yang ada pada karya seni tersebut. Merasakan ketenangan atau perasaan nyaman berada di sekitar karya-karya tersebut, serta merasakan emosi apa yang ikut tergambar bersama dengan terciptanya karya seni tersebut.

Fasilitas yang Tersedia di Museum Arma Bali

Fasilitas di Museum Arma Bali
Image Credit: Facebook.com @putri.wirastami

Seperti halnya sebuah museum, Arma atau Agung Rai Museum of Art ini banyak memiliki fasilitas yang diciptakan khusus untuk menunjang kenyamanan wisatawan.

Terdapat banyak sekali koleksi yang disimpan dan dipajang di museum ini. Beberapa ada yang permanen dan ada juga yang temporer (diputar ke museum lain untuk dipajang di sana). Selain itu, untuk wisatawan terdapat banyak kegiatan yang bisa dilakukan sembari berwisata kemari. Pihak pengelola menyediakan tempat untuk para pengunjung belajar.

Belajar yang dimaksud di sini tentu dengan mempelajari dan mempraktekkan alat musik, tarian, kerajinan tangan, dan lain-lain. Terdapat juga fasilitas perpustakaan dan toko buku bagi Anda pecinta buku.

Selanjutnya, fasilitas seperti toilet umum tentu tersedia di sini. Untuk warung makan hanya tersedia di luar bangunan museum.

Museum adalah sebuah tempat yang menyimpan benda-benda yang mengandung nilai historis tinggi. Tidak hanya lukisan, semua jenis kerajinan kebudayaan Bali terdapat di Arma. Museum Arma yang berdiri ini merupakan tempat yang sangat cocok untuk Anda menghabiskan waktu bersama keluarga.