Mandala Suci Wenara Wana atau lebih dikenal dengan sebutan Monkey Forest Ubud menjadi tujuan favorit wisatawan di Bali. Hutan konservasi dengan kawanan monyet yang cukup banyak serta lumayan jinak.

Lokasi: Jl. Monkey Forest, Kec. Ubud, Kab. Gianyar.
Map: Cek Lokasi

Bali memiliki berbagai tempat wisata yang unik. Salah satunya adalah Monkey Forest Ubud atau hutan monyet Ubud. Tempat ini merupakan area konservasi yang dihuni oleh ratusan monyet liar. Mereka spesies monyet ekor panjang yang sudah umum di Indonesia.

Lokasinya berada di sekitar Ubud sehingga mudah ditemukan. Anda tidak perlu repot bertanya kesana kemari karena tempat ini sangat terkenal bahkan nama jalan di pintu masuk menggunakan nama dari hutan ini. Selain itu, di sekitar lokasi terdapat turis, toko, warung, penginapan, hotel, dan lainnya untuk menunjang para turis.

Sebelum berkunjung ke hutan ini, Anda sebaiknya mempersiapkan diri. Monyet yang dihidup disini adalah liar dan bebas. Mereka sudah terbiasa dengan manusia tetapi turis perlu menjaga barang bawaan. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hutan monyet ini, simak ulasan berikut.

Daya Tarik yang Dimiliki Mandala Suci Wenara Wana

Daya Tarik yang Dimiliki Mandala Suci Wenara Wana Bali
Image Credit: Blog.airpaz.com

Area konservasi tidak harus berada di pedalaman. Hutan kota juga termasuk lokasi untuk penangkaran, perlindungan, dan konservasi. Tentu saja, kapasitasnya terbatas dan hewan yang hidup juga tidak banyak. Hal inilah yang Anda rasakan ketika berkunjung ke Monkey Forest Ubud.

Meskipun menggunakan nama hutan, area ini sebenarnya dapat dieksplorasi hanya dengan berjalan kaki. Anda akan melihat pohon besar yang rindang dengan daun lebat sehingga mirip kanopi yang membuat udara menjadi sejuk dan segar. Pohon ini sudah berada di hutan sejak puluhan bahkan beberapa ada yang berumur ratusan tahun.

Hutan juga mencakup aliran sungai dengan air yang jernih. Bagi yang tertarik dengan wisata alam, area ini sangat tepat untuk dijadikan pilihan utama. Pengunjung bisa singgah sejenak dan menikmati langsung hutan di area Ubud.

Daya Tarik Mandala Suci Wenara Wana
Image Credit: Instagram.com @monkeyforestsanctuaryubud

Tentu saja, yang paling menarik adalah kawanan monyet yang hidup di hutan ini. Para turis datang karena ingin melihat dan berinteraksi dengan mereka. Saat liburan, ribuan orang sedang antri di pintu masuk. Selain itu, hutan juga lebih padat karena monyet tersebut mendekati turis.

Data tersedia menunjukkan bahwa monyet di hutan tersebut berjumlah sekitar 600 hingga 700 ekor serta beberapa kali mencapai lebih dari 1000 ekor. Populasinya naik turun tetapi tidak berkurang secara signifikan. Mereka hidup bebas dan terdiri dari beberapa kelompok usia.

Daya tarik yang lain adalah pura Hindu dan candi. Bangunan tersebut berada di sekitar hutan dan menyebar. Keberadaannya menjadi tempat untuk turis yang ingin mengetahui seluk beluk budaya dan sejarah Bali. Ubud terkenal karena daerah ini memiliki beberapa tempat sejarah dan budaya. Jadi, Monkey Forest Ubud adalah salah satu dari tempat tersebut.

Lokasi dan Rute Menuju Monkey Forest Ubud

Lokasi Monkey Forest Ubud
Image Credit: Instagram.com @monkeyforestubud

Ubud terletak lumayan jauh dari bandara. Anda membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam dengan mobil. Karena jalan sudah bagus, waktu tempuh bisa lebih cepat ketika di hari normal. Saat ramai, Anda harus menunggu sedikit lama karena jalanan lebih padat.

Lokasinya mudah ditemukan. Semua orang di Bali mengenal Ubud jadi Anda tidak akan kesulitan berkunjung langsung meskipun baru pertama kali. Jika sudah sampai di area Ubud, Anda sebaiknya mencari penginapan untuk meletakkan barang.

Akses ke hutan ini berhadapan langsung dengan jalan besar. Anda bisa berjalan kaki jika tempat menginap dekat atau menggunakan motor. Siapkan peralatan dan hindari membawa makanan ketika akan masuk ke hutan tersebut.

Harga Tiket Masuk Kawasan Monkey Forest

Harga Tiket Monkey Forest
Image Credit: Google Maps (Arjun Ashok)b

Pertanyaan yang sering muncul adalah berapa harga tiket masuk. Turis harus membayar sekitar Rp 80.000 atau lebih sedikit jika terjadi kenaikan harga tiket. Untuk berjaga, Anda menyiapkan uang minimal Rp 100.000. Uang tersebut sudah lebih dari cukup karena bisa digunakan untuk membayar parkir.

Tempat wisata ini memiliki diskon khusus untuk wisata rombongan. Jika Anda menjadi bagian dari kelompok tur, ada potongan harga tersendiri. Harga tiket termasuk terjangkau dan sudah layak untuk sebuah destinasi wisata di Bali.

Fasilitas yang Tersedia di Monkey Forest

Fasilitas di Monkey Forest
Image Credit: Google Maps (Adyatama Rayshiva)

Kawasan hutan lindung ini memiliki akomodasi seperti rest area dan toilet. Akan tetapi, posisinya dekat dengan pintu masuk. Ketika sudah menelusuri hutan dan bertemu dengan monyet, Anda mungkin tidak banyak menemukan tempat khusus untuk bersantai. Namun, kawasan hutan ini sudah dibangun sehingga aktivitas pengunjung merasa nyaman ketika melihat dan berinteraksi.

Akomodasi penunjang justru berada di area luar atau sekitar jalan hutan monyet. Anda akan menemukan berbagai jenis penginapan dan hotel. Selain itu, jalan ini sangat ramai dengan lalu lalang turis. Di sekitarnya terdapat rumah makan dan restoran. Bagi yang suka kuliner Ubud, ada baiknya meluangkan waktu untuk mencoba makanan setempat.

Selanjutnya, akomodasi juga tersedia di bidang kesehatan. Monyet di kawasan hutan ini sering membuat gaduh dan kisruh. Beberapa turis terluka sehingga membutuhkan pengobatan medis yang cepat. Anda tidak perlu khawatir karena kejadian ini tidak berbahaya. Luka kecil akibat cakaran dapat sembuh dengan cepat.

Aktivitas yang Boleh Dilakukan di Monkey Forest

Aktivitas yang Boleh Dilakukan di Monkey Forest
Image Credit: Google Maps (Hotho79)

Anda berkunjung ke hutan yang berisi kawanan monyet. Mereka adalah hewan liar meskipun sering berinteraksi dengan manusia atau turis. Pihak pengelola memiliki aturan terkait kegiatan, tingkah laku, barang bawaan, serta apapun yang boleh dilakukan oleh pengunjung selama berada di kawasan hutan ini.

Sebenarnya, monyet tersebut tidak agresif ketika mendekati turis. Mereka berubah menjadi kasar bisa merasa terancam. Tindakan atau aktivitas turis tertentu akan memicu kejadian yang tidak diinginkan.

Saat di lokasi hutan ini, Anda sebaiknya hanya membawa barang secukupnya. Pakaian dan apapun yang dikenakan tidak memiliki hal mencolok. Selain itu, tas hanya berisi hal penting sehingga lebih ringan. Jika memungkinkan, Anda dapat berkunjung tanpa tas sekalipun sehingga monyet tersebut tidak akan mendekat.

Pengunjung hanya diizinkan melihat dari dekat tanpa menyentuh. Ini adalah ketentuan baku yang harus dilaksanakan. Monyet akan tertarik kepada manusia. Jika turis semakin mendekat bahkan menyentuh, mereka mungkin akan bereaksi diluar kewajaran.

Aktivitas utama selain melihat monyet adalah berkunjung ke pura dan menjelajah hutan. Anda tidak perlu khawatir mengenai rute. Hutan ini tidak luas tetapi cukup melelahkan ketika harus berjalan kaki. Pengorbanan ini terbayar ketika berhasil melihat suasana asri.

Keuntungan ketika menjauh dari area yang padat monyet adalah Anda akan jarang diganggu secara langsung. Kawanan tersebut biasanya berkumpul di dekat pintu masuk atau area dimana banyak manusia mulai menapakkan kaki di hutan ini.

Satu lagi yang terpenting adalah mengetahui waktu buka tempat wisata ini. Turis dapat masuk dan berwisata mulai dari jam 9 pagi hingga jam 6 sore. Setelah itu, hutan ini tertutup untuk menjaga agar monyet bisa istirahat. Selain itu, penutupan juga berguna untuk menjaga kondisi kondusif. Anda bisa berkunjung kembali esok hari.

Aktivitas yang Tidak Boleh Dilakukan di Monkey Forest

Aktivitas yang Tidak Boleh Dilakukan di Monkey Forest
Image Credit: Google Maps (kadek budi)

Meskipun Anda bebas kemanapun setelah di dalam tempat wisata ini, beberapa ketentuan penting perlu dilakukan yaitu larangan yang berkaitan dengan aktivitas turis. Peraturan ini berguna untuk menjaga kenyamanan dan menghindari masalah.

Monyet akan langsung loncat dan mendekati manusia. Apabila itu terjadi, Anda jangan panik. Mereka terbiasa melakukan hal tersebut. Tujuannya adalah rasa ingin tahu. Sebagai turis, Anda cukup berdiri dan melangkah jauh jika memang tidak ingin mendekat. Lakukan semuanya dengan tenang tanpa suara atau kegiatan yang bersifat menyerang.

Aturan berikutnya terkuat barang bawaan. Anda sebaiknya tidak membawa apapun kecuali tas di pinggang atau punggung. Monyet akan semakin mendekat ketika membawa sesuatu di tangan. Hindari tas plastik apalagi yang berisi sesuatu mudah jatuh. Anda akan mengotori tempat tersebut dan mencemari lingkungan.

Selanjutnya, para pengunjung dilarang untuk membawa atau memberikan makanan. Anda juga tidak boleh menyembunyikannya di dalam tas. Mereka akan mengetahuinya karena aroma lalu mendekat. Saat berinteraksi, hindari bersentuhan langsung karena monyet tidak nyaman dan bukan hewan piaraan yang jinak.

Terkait pakaian, Anda sebaiknya mengenakan apapun yang nyaman. Aksesoris dan perhiasan juga disembunyikan atau jangan dibawa. Monyet tertarik terhadap apa yang turis kenakan. Mereka bahkan mengambil topi atau menarik anting yang membahayakan turis. Selain itu, kacamata juga sebaiknya tidak dipakai.

Pihak pengelola sudah memberikan peringatan secara tertulis mengenai larangan menyentuh kawanan monyet tersebut. Meskipun ada satu atau dua yang tampak jinak, mereka mudah bereaksi yang tidak terduga. Anda tidak ingin reaksi tersebut menimbulkan hal negatif. Oleh karena itu, hindari kontak langsung dan berdekatan termasuk tidak memberikan makanan.

Para pengunjung juga perlu waspada ketika membawa anak kecil. Monyet mungkin mendekat dan menyerang mereka karena ukuran tubuh. Jika sedang berwisata dengan anak-anak, Anda harus menjaga dengan baik. Keamanan merupakan prioritas utama saat berkunjung ke Monkey Forest Ubud.

Larangan memberikan makanan ini berguna untuk menjaga kesehatan mereka. Meskipun bisa memakan apa saja, mereka tidak terbiasa dengan makanan olahan dan mengandung gula tinggi. Selain itu, pengunjung akan selalu didekati ketika secara sengaja memberi makan. Kawanan yang mendekat semakin banyak sehingga sangat berbahaya.

Tips Berkunjung ke Monkey Forest Ubud

Tips Berkunjung ke Monkey Forest Ubud
Image Credit: Instagram.com @gemsofbali

Beberapa turis menyarankan untuk vaksinasi rabies sebelum berkunjung ke lokasi wisata ini. Jika merasa khawatir mengenai hal tersebut, Anda dapat melakukannya. Tentu saja, Anda bebas memilih.

Meskipun sering ada insiden, monyet di hutan ini tidak menularkan penyakit mematikan dan ganas. Mereka hidup di tempat yang tertutup dari dunia luar sehingga tidak ada interaksi dengan hewan lain. Oleh karena itu, kemungkinan adanya penyakit sangat kecil. Hal itu dibuktikan dari jumlah monyet yang stabil dan tampak sehat.

Beberapa persiapan perlu dilakukan agar bisa berkunjung ke Monkey Forest Ubud dengan nyaman dan aman. Ubud termasuk area ramai jadi Anda sudah memesan tempat menginap. Pastikan lokasinya dekat dengan hutan sehingga tidak perlu kendaraan.

Persiapan lain adalah barang bawaan. Anda mencari informasi mengenai apa yang boleh dan tidak untuk dilakukan. Kawasan dengan banyak monyet termasuk berisiko tinggi. Mereka seperti hewan peliharaan yang dibebaskan. Meskipun tampak jinak, pengunjung tetap menganggap mereka hewan liar.

Penjelasan diatas sangat membantu untuk mengetahui daya tarik dan akomodasi Monkey Forest Ubud. Sebagai pengunjung, Anda wajib mematuhi tata tertib. Selain itu, daerah sekitar memiliki hal menarik seperti pasar, restoran, dan sebagainya.