Gunung Agung adalah gunung tertinggi di Pulau Bali. Meski dinyatakan sebagai gunung berapi, gunung ini tak pernah sepi pengunjung, utamanya para pendaki. Pura Besakih yang termasuk pura terpenting berada di lereng gunung ini.

Harga Tiket: Rp 20.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Gunung Agung, Kec. Rendang, Kab. Karangasem, Bali.

Gunung Agung merupakan salah satu gunung yang berada di daerah Bali. Keberadaan Gunung ini sangat dikenal oleh masyarakat luas, baik masyarakat domestik maupun masyarakat mancanegara. Gunung ini termasuk ke dalam kategori gunung berapi yang masih aktif. Bahkan beberapa tahun belakangan ini, gunung ini sering mengalami erupsi meski tak sebesar erupsi beberapa tahun lalu.

Gunung Agung dikenal sebagai gunung tertinggi di Pulau Bali. Gunung ini berdiri gagah dengan ketinggian yang dimilikinya yaitu 3044 meter dari permukaan laut (MDPL). Meski tergolong gunung yang tinggi, namun gunung ini tak pernah sepi dari pengunjung. Banyak pengunjung yang memang berniat untuk mendaki, namun ada juga yang hanya sekedar ingin menikmati pemandangannya.

Selain pemandangan dari Gunung Agung yang memukau, kegiatan mendaki gunung pun menjadi hal yang menyenangkan bagi para pecinta alam tentunya. Karena mendaki gunung tentunya memiliki sensasi tersendiri bagi para pendaki. Bahkan mendaki gunung bisa menciptakan rasa candu bagi para pendakinya, bahkan bagi pendaki awal sekalipun.

Daya Tarik yang Dimiliki Gunung Agung

Daya Tarik Gunung Agung
Image Credit: Instagram.com @meed_baron

Setiap tempat tentunya mempunyai cerita masing-masing. Begitu juga dengan Gunung Agung. Gunung yang berlokasi di Bali ini memiliki daya tarik tersendiri yang membedakan dengan gunung-gunung yang ada lainnya. Dengan adanya daya tarik ini, maka adanya gunung ini dapat memikat hati para wisatawan untuk mengunjunginya.

1. Jalur Trekking yang Menantang lagi Indah

Bagi para pecinta alam yang suka menantang adrenalin dirinya, maka berkunjung ke Gunung Agung bisa menjadi solusinya. Trekking di gunung ini memiliki dua jalur yang berbeda dengan kapasitas yag berbeda pula.

2. Panorama di Puncak Gunung

Hal yang paling dinanti dari para pendaki yang mendaki sebuah gunung yaitu summit. Summit bisa diartikan sebagai puncak. Summit memang selalu dinantikan. Pasalnya, para pendaki telah berlelah-lelah mendaki gunung, melewati banyaknya pos, ditambah lagi jika mendapati berbagai rintangan sepanjang perjalanan menuju puncak.

BACA JUGA:  Taman Ujung Sukasada, Istana Air Terindah di Karangasem Bali

Lelahnya para pendaki selama perjalanan pun akan terbayar ketika telah sampai di puncak gunung. Perjuangan para pendaki ini akan dibalas dengan indahnya panorama di puncak gunung. Samudera awan akan nampak di depan mata para pendaki dan hal ini sering membuat takjub bagi siapapun yang melihatnya.

Nah, di puncak Gunung Agung ini para pendaki dapat melihat langsung Gunung Rinjani yang terletak di Lombok, lalu melihat Gunung Batur dan Danau Batur sekaligus. Kemudian bagi yang melakukan camping atau kemah di Gunung, maka hal yang paling dinantikan yaitu terbitnya matahari. Bagi para pendaki ada sensasi tersendiri ketika melihat dengan jarak yang sangat dekat.

Di puncak Gunung ini pun bisa dijadikan spot swafoto yang menarik dan instagramable. Terlebih di jaman sekarang yang mana mendaki gunung telah menjadi trend di kalangan remaja.

Alamat & Rute Menuju Lokasi Gunung Agung

Alamat Gunung Agung
Image Credit: Instagram.com @alika2410

Gunung ini sudah pasti terletak di pulau dewata, yaitu Pulau Bali. Lebih tepatnya yaitu berada di Jungutan, Bebandem, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Sedangkan untuk rute menuju Gunung ini tidaklah jauh, jika Anda berada di daerah Karangasem. Hanya membutuhkan waktu satu jam lebih sedikit untuk sampai di lokasi gunung. Dengan total jarak kira-kira 30,8 kilometer.

Sedangkan jika Anda berada di wilayah Denpasar, Bali, maka membutuhkan waktu yang lebih lama. Karena jarak yang ditempuh dari Denpasar menuju Gunung Agung sangatlah jauh. Jarak tempuhnya sendiri sekitar 120,7 kilometer. Hal ini menjadikan perjalanan menuju lokasi sangatlah lama. Dengan kisaran waktu 3 jam 21 menit atau sekitar 3,5 jam.

Sedangkan untuk rute pendakian terdapat dua titik utama, yaitu Pura Agung Besakih dan juga Pura Pasar Agung. Di antara dua titik utama tersebut, Pura Agung Besakih lebih sering dikunjungi dan juga dilewati para pendaki. Titik Pura Agung Besakih ini pun ternyata memiliki pembagian rute lagi, di antaranya yaitu Mulut Junggul dan Pura Penguban.

Sedangkan untuk titik Pura Pasar Agung memang lebih jarang dilewati oleh para pendaki. Pasalnya, titik ini sangatlah terjal dan juga curam. Namun, bagi Anda yang menyukai trek seperti ini, mendaki lewat jalur Pura Pasar Agung bisa memacu adrenalin. Jangan lupa untuk disiapkan fisik dan juga peralatannya, ya.

Biaya Mendaki ke Gunung Agung Bali

Biaya Mendaki Gunung Agung Bali
Image Credit: Instagram.com @antony_capox

Untuk dapat mendaki Gunung Agung, maka para wisatawan dapat membayar tiket dengan berbagai ketentuan. Tentunya setelah melakukan pembayaran tiket, maka para wisatawan akan mendapatkan fasilitas. Pembayaran tiket dibagi menjadi 2 kriteria. Yaitu kriteria puncak pertama dengan ketinggian 3.044 MDPL dan juga puncak kedua dengan ketinggian yang lebih rendah yaitu 2.000 MDPL

Tiket untuk puncak pertama seharga Rp 1.200.000 per orang. Sedangkan untuk puncak kedua seharga Rp 950.000 per orang. Dengan ketentuan fasilitas reservasi minimal 2 orang, ditambah adanya lampu penerangan, tour guide lokal, serta makan pagi. Tak hanya itu saja, akan tetapi pembayaran tersebut sudah termasuk transportasi antar jemput ke Hotel di beberapa tempat.

BACA JUGA:  Pantai Bias Tugel, Pantai Pasir Putih Dengan Laguna Kecil di Bali

Harga tiket untuk masuk ke Gunung Agung Bali pun biasanya dibedakan antara wisatawan domestik dan mancanegara. Tentunya untuk wisatawan domestik akan diberi harga yang lebih murah dari pada wisatawan mancanegara. Menarik, bukan?

Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Gunung Agung

Image Credit: Instagram.com @aboutmeofmylife
Image Credit: Instagram.com @aboutmeofmylife

Dikarenakan masyhurnya Gunung Agung yang berada di Bali ini, maka sudah tentu terdapat pula kegiatan yang menarik di wilayah ini. Apa saja, sih kegiatan menariknya? Simak terus pembahasannya, ya.

1. Pendakian Gunung

Kegiatan yang menarik pertama yaitu pendakian. Berdasarkan nama destinasi wisata ini yaitu gunung, maka mendaki adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari gunung. Dalam pendakian ini pastinya para pendaki akan dibuat takjub dengan keindahan alam yang tidak ada tandingnya.

Keindahan-keindahan tersebut akan didapat para pendaki ketika telah sampai di summit atau puncak. Seperti melihat Gunung Rinjani, Gunung Batur, Danau Bayur, Pantai Sanur dari ketinggian.

2. Keindahan Wisata di Sekitar Gunung

Salah satu yang disuguhkan yaitu mengenai indahnya bawah laut desa Tulamben. Kegiatan menarik selanjutnya yaitu menyelam di Tulamben, Bali. Berbagai pantai disuguhkan oleh wilayah Tulamben. Jadi, tidak hanya mendaki saja, ya. Anda bisa melakukan snorkeling di Tulamben yang memang wilayahnya masih berdekatan dengan Gunung Agung.

3. Penduduk Bali Aga dan Perang Pandan

Bali memang sudah lama terkenal dengan adat istiadat dan juga budayanya yang masih sangat kental. Kegiatan yang biasa dilakukan dan menjadi daya tarik wisata yaitu perang pandan. Perang pandan biasanya menjadi salah satu tolak ukur penduduk Bali Aga apakah orang tersebut sudah dewasa atau belum. Hal ini dapat dibuktikan melalui perang pandan yang diikutinya.

Penduduk Bali Aga sendiri memiliki makna bahwa pendu asli Bali. Tanpa adanya campuran dari wilayah luar Bali. Sedangkan perang pandan jika dilihat dari penamaannya saja, maka perang ini menggunakan pandan sebagai senjata dalam peperangan. Pandan yang dipilih pun harus pandan yang berduri tentunya.

Para wisatawan yang menyaksikan perang pandan biasanya ditampilkan pada pagi hari dan setelahnya ada pementasan tari-tarian untuk menghibur para wisatawan. Setelah menampilkan tari-tarian, maka dilakukan juga pengobatan bersama.

Pengobatan tersebut dilakukan oleh para peserta dari perang pandan. Hal ini bertujuan untuk mengobati luka yang timbul akibat perang pandan tersebut.

4. Menyesap Wine Salak di Desa Sibetan

Salak merupakan salah satu pohon yang tumbuh subur di daerah Sibetan. Hal ini dimanfaatkan para penduduk lokal untuk mengolah salak menjadi wine atau minuman beralkohol. Minuman beralkohol ini tentunya memiliki khas tersendiri yaitu alkohol yang dikandungnya sangatlah rendah.

BACA JUGA:  Blue Lagoon Beach, Pantai Eksotis Tersembunyi di Karangasem Bali

Di desa Sibetan ini para wisatawan baik domestik maupun mancanegara dapat menyaksikan secara langsung proses pembuatan wine ini. Hal ini cukup unik karena wine di desa Sibetan ini berasal dari salak. Padahal mayoritas wine itu terbuat dari anggur. Akan tetapi ini terbuat dari salak yang sudah difermentasikan menjadi wine.

5. Taman Ujung

Nah, kegiatan yang biasa dilakukan di Taman Ujung Bali yaitu foto prewedding. Taman Ujung ini memang sudah terkenal sejak lama sebagai salah satu referensi lokasi foto prewedding. Keindahan yang dimiliki taman ini menjadi salah satu alasan dilakukannya prewedding di tempat ini.

Di taman ini terdapat banyak kolam dan juga bentuk bangunan di taman ini sangatlah khas. Arsitektur dari bangunan ini mirip dengan bangunan-bangunan yang ada di Eropa dengan menggabungkan arsitektur Bali.

Fasilitas yang Tersedia di Gunung Agung Bali

Fasilitas di Gunung Agung Bali
Image Credit: Instagram.com @baronytravel

Ketika Anda memutuskan untuk berlibur di Gunung Agung, maka jangan khawatir karena di daerah ini berbagai fasilitas sudah dibangun. Sehingga bisa dikatakan fasilitasnya sudah memadai. Bagi para wisatawan yang mendaki gunung, maka Anda akan difasilitasi degan adanya tour guide lokal dari masyarakat setempat. Tentunya dengan melakukan pembayaran seperti yang telah dijelaskan tadi, ya.

Selain adanya tour guide, fasilitas di gunung ini lainnya yaitu Anda dapat dengan mudah menemukan hotel. Sehingga bagi yang memang berniat untuk menginap tidak perlu khawatir lagi. Untuk memesan hotel pun bisa dilakukan dengan offline dengan mendatangi hotelnya langsung atau secara inline dengan cara memesan lewat aplikasi di handphone para wisatawan.

Hotel yang berada dekat dari Gunung Agung pun memiliki harga yang bermacam-macam, tentunya dengan fasilitas yang berbeda di setiap hotelnya, ya.

Selain hotel, Anda juga dapat menemukan ATM dengan mudah. Bagi yang tidak mempunyai uang cash maka ATM bisa menjadi solusinya. Selanjutnya yaitu jalur pendakian Gunung Agung. Seperti yang sudah dijelaskan tadi, bahwa ada dua jalur mendaki. Para pendaki bisa memilih jalur mana yang tepat bagi Anda. Namun, disarankan melalui jalur yang biasanya selalu ramai.

Untuk penyewaan alat-alat pun tidak perlu diragukan lagi. Berbagai peralatan baik mendaki maupun menyelam disediakan dan dikelola oleh masyarakat setempat. Penyewaan alat-alat ini tentunya memiliki tarif harga. Akan tetapi tarif harga yang dipatok sangat bersahabat dengan kantong Anda.

Nah, begitulah kilas balik Gunung Agung Bali yang sangat menarik untuk dikunjungi dan juga dijelajahi. Segera rencanakan liburan Anda untuk dihabiskan di Gunung tertinggi di pulau Dewata ini bersama teman-teman.