Bali memang memiliki banyak peninggalan bersejarah. Goa Gajah Ubud tergolong pura tertua bersejarah di Pulau Dewata menjadi situs yang menarik untuk dikunjungi.

Lokasi: Desa Bedulu, Kec. Blahbatuh, Kab. Gianyar.
Map: Cek Lokasi

Goa Gajah merupakan situs candi peninggalan zaman kuno yang diperkirakan sudah ada sejak lebih dari 1.000 tahun yang lalu dan digunakan sebagai tempat beribadah oleh umat orang yang beragama Budha dan Hindu hingga sekarang. Seperti namanya, pura ini memang memiliki bentuk berupa goa. Wisatawan yang berkunjung dapat menyusuri dua area utama pura.

Pada sebelah utara merupakan area yang pertama. Di sini merupakan tempat keberadaan warisan yang bersumber dari ajaran Siwa. Hal ini tampak dari adanya patung Trilingga dan Ganesha. Tempat ini juga menjadi tempat suci bagi umat Hindu di Bali. Sedangkan area kedua ada di sebelah selatan dan merupakan tempat ibadah bagi umat Budha. Area ini disebut dengan Tukad Pangkung.

Sejatinya pura ini sudah dikenal sejak era pemerintahan raja-raja di Bali, seperti Sri Maha Guru, Raja Anak Wungsu, serta Sri Dharmawangsa. Akan tetapi, walaupun tempat ini tergolong berusia tua, keadaan dari candi-candinya masih terawat dengan sangat baik.

Daya Tarik yang Dimiliki Pura Goa Gajah

Daya Tarik yang Dimiliki Pura Goa Gajah Bali
Image Credit: Balicheapesttours.com

Sebutan Goa Gajah pada pura memiliki asal usul yang awalnya berasal dari kata Lwa Gajah. Kata tersebut terdapat dalam sebuah kitab bernama Negarakertagama yang dicetuskan oleh Mpu Prapanca saat tahun 1365 masehi.

Apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, Lwa memiliki makna sungai, sedangkan Gajah bermakna tempat untuk memuja bagi umat Budha. Sehingga apabila digabungkan, akan memiliki arti tempat bertapa bagi bhiksu yang memiliki agama Budha, yang lokasinya ada di pinggir sungai.

Goa ini termasuk dalam jenis candi. Salah satu keunikan yang dimiliki oleh Goa Gajah ini yaitu bentuknya yang justru masuk di area tebing dan berbentuk goa. Padahal biasanya candi dibuat dengan bentuk yang meninggi ke atas. Dengan keunikan tersebut, maka UNESCO memasukkan situs ini dalam deretan situs warisan dunia, sehingga wajib untuk dilindungi.

Pura Goa Gajah menjadi salah satu pura yang didesain dengan model yang paling fenomenal di Pulau Bali. Apalagi didukung dengan nilai sejarahnya yang tinggi serta bentuk arsitekturnya yang terbilang unik, menjadikan tempat ini memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan.

Pura ini berada di derah yang memiliki udara yang begitu sejuk, sehingga akan membuat siapapun yang berkunjung kemari merasakan kenyamanan. Suasana di tempat ini juga masih asri, karena tempat ini masih dikelilingi dengan pohon-pohon rimbun yang berwarna hijau. Bahkan berdasarkan informasi dari penjaga kawasan ini, pohon tersebut sudah berumur hingga beratus tahun lamanya.

Pada bagian pintu masuk goa, hanya dapat dilalui oleh satu orang saja, sehingga wisatawan yang ingin masuk harus antre untuk bergantian. Pada bagian dalam goa ini memiliki bentuk menyerupai huruf T yang ukuran lebar dan tingginya mencapai 2 meter.

Di wilayah pura ini, terdapat beragam tempat yang dapat menambah wawasan, terutama terkait dengan sejarah. Tempat-tempat yang ada menjadi tempat yang disukai oleh wisatawan ketika berkunjung kemari. Pada bagian luar goa yang merupakan pintu masuk, terpahat dua buah patung penjaga yang seakan menyambut pengunjung yang berdatangan.

Di lorong-lorong baik sebelah kanan maupun kiri terdapat tempat yang disebut dengan ceruk, yang dimungkinkan menjadi tempat pertapaan pada zaman dahulu. Akan tetapi, pada masa sekarang, wisatawan yang berkunjung diperbolehkan untuk berbaring maupun duduk-duduk di tempat tersebut.

Selain itu, pada lorong bagian ujung sebelah barat terdapat sebuah arca ganesha, sedangkan pada sebelah timurnya terdapat tiga buah lingga. Bagi pengunjung yang tak berminat untuk memasuki goa, mereka masih dapat menikmati pemandangan pada bagian luar goa sembari bersantai bersama teman ataupun keluarga.

Di pura goa gajah ini terdapat enam buah patung perempuan yang ditemukan oleh pimpinan kegiatan penelitian dari Dinas Purbakala Republik Indonesia yang bernama Kriygsman. Pada badan patung tersebut, terdapat sebuah pancuran yang mengeluarkan air.

Daya Tarik yang Dimiliki Pura Goa Gajah
Image Credit: Google Maps (Shaoping Sun)

Dahulu, air yang keluar dari patung tersebut merupakan air yang suci. Pada zaman dahulu, air tersebut dipercayai bisa mengusir aura yang tidak baik bagi mereka yang mengaplikasikannya pada badan mereka. Hingga sekarang patung tersebut masih terjaga.

Patung-patung tersebut dapat ditemui di area kolam pertitaan. Lokasinya berada di bagian selatan goa yang berjarak kurang lebih 11 meter. Air yang ada di kolam tersebut bersumber dari mata air yang ada di bagian timur goa.

Untuk sampai di kolam tersebut, wisatawan perlu untuk melewati sejumlah tangga yang ada di bagian halaman Pura Goa Gajah. Tempat ini pun dibagi menjadi tiga area, di mana setiap area diberi jarak dengan dinding. Dinding inilah yang menjadi tempat dibuatnya enam buah patung yang memiliki pancuran tersebut.

Di area ini sebenarnya terdapat bangunan khusus yang digunakan untuk tempat disembunyikannya dua buah patung yang bernama Dewi Hariti dan Ratu Brayut. Sebelumnya, kedua patung tersebut mempunyai aura yang buruk dan jahat. Akan tetapi, setelah mendapatkan siraman keagamaan, khususnya agama Budha, maka aura tersebut berubah jadi baik serta penuh kasih dan cinta.

Di tempat wisata ini juga terdapat stupa berjenjang Budha yang apabila dihitung berjumlah 13. Stupa ini terdiri dari pahatan seperti payung dan komponen berupa catra. Stupa ini merupakan tanda ketika memasuki era keemasan pada agama Budha.

Catra di sini bahkan telah dibuat sejak abad 10 masehi, sama seperti dibuatnya prasasti yang bernama Blanjong yang ada di daerah Sanur, tepatnya yaitu pada tahun 913. Sayangnya, keadaan stupa sudah tidak lengkap lagi. Hal ini disebabkan oleh bencana alam yang pernah tejadi di Pulau Dewata ini pada tahun 1917.

Di pura ini terdapat area yang disebut dengan istilah Tukad Pangkung. Area ini sejatinya merupakan sebuah candi. Lokasi ini agak berdekatan dengan sungai Petanu. Apabila diperhatikan, relief yang ada di candi ini dapat diperkirakan usianya justru lebih lama apabila dibandingkan dengan goa gajah. Bahkan beberapa ahli menyampaikan bahwa candi ini dimungkinkan ada sejak abad 10 masehi.

Seperti pada pura dimanapun berada, terdapat aturan untuk berpakaian di tempat wisata ini. Karena pura tersebut merupakan salah satu lokasi yang disakralkan, oleh sebab itu pengunjung yang memasuki wilayah pura tidak diperkenankan memakai sembarang pakaian. Peraturan berpakaian ini tidak hanya berlaku bagi wisatawan saja, melainkan secara merata hingga umat Hindu yang ada di Bali.

Etika berpakaian yang harus dipatuhi di sini tidaklah rumit, pengunjung hanya diwajibkan untuk mengenakan selempang serta sarung yang telah disediakan oleh petugas yang berjaga di tempat tersebut. Cara untuk mengenakannya yaitu dengan mengikatkan selempang dan sarung tersebut di badan mereka, tepatnya di pinggang.

Alamat & Rute Menuju Lokasi Goa Gajah

Lokasi Goa Gajah
Image Credit: Google Maps (ricardo gonzalez)

Goa Gajah berada di Kabupaten Gianyar. Jika dari Denpasar, maka berjarak sekitar 26 km, dari Kuta berjarak 40 km, dan dari Ubud berjarak 5 km. Apabila ditempuh dari Denpasar, maka akan memakan waktu perjalanan kurang lebih selama satu jam.

Tempat ini termasuk mudah diakses, karena letaknya yang sangat strategis, yaitu berada pada jalur pokok Denpasar – Tampaksiring. Apabila pengunjung sudah sampai di Kabupaten Gianyar, maka mereka dapat melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Blahbatuh. Selanjutnya wisatawan menuju ke sebuah desa yang menjadi lokasi tempat wisata ini, yaitu Desa Bedulu.

Goa ini juga berada di daerah aliran sungai Petanu yang berdekatan dengan sawah yang terhampar luas dan indah. Goa Gajah tepatnya berada di tepian jurang, di mana tempat tersebut menjadi pertemuan antar sungai yang berukuran kecil di Desa Bedulu.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, disarankan untuk menggunakan transportasi pribadi, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Hal ini dikarenakan lokasi yang belum dilintasi oleh angkutan umum secara langsung dari Denpasar.

Akan tetapi bagi Anda yang tidak membawa kendaraan pribadi ketika berwisata ke Pulau Dewata ini, Anda masih dapat menyewa mobil maupun motor. Tempat penyewaan juga sangat mudah dijumpai, sehingga wisatawan tak perlu bingung untuk mencarinya. Bahkan mereka juga dapat memilih ketika menyewa kendaraan, apakah akan menggunakan supir atau tidak.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Goa Gajah

Harga Tiket Goa Gajah
Image Credit: Instagram.com @my_gypsy_feet

Wisatawan yang berkunjung di Goa Gajah akan dikenakan tiket masuk seharga Rp 30.000. Namun, harga tersebut belum termasuk dengan biaya parkir. Untuk tarif parkir kendaraan roda dua dipatok sejumlah Rp Rp 2.000, sedangkan untuk kendaraan roda empat dipatok dengan harga Rp 5.000.

Selain biaya tersebut, wisatawan sudah tak perlu lagi untuk mengeluarkan tambahan biaya, kecuali jika mereka hendak berbelanja oleh-oleh, baik itu souvenir maupun makanan di sekitar area tempat wisata. Goa ini sendiri juga merupakan tempat suci untuk peribadatan bagi kaum Hindu dan Budha.

Goa Gajah dibuka setiap hari untuk para wisatawan yang ingin berkunjung. Waktu berkunjung di tempat wisata ini dimulai pada pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 17.00. Namun, pada kenyataannya tempat ini dibuka selama 24 jam. Hal dikarenakan selain menjadi tempat wisata, lokasi ini juga menjadi tempat ibadah.

Fasilitas yang Tersedia di Pura Bersejarah

Fasilitas di Pura Bersejarah
Image Credit: Google Maps (Neal Thompson)

Fasilitas yang ditawarkan di Pura Goa Gajah ini terbilang memadai. Tempat parkir yang ada cukup memiliki area yang luas, sehingga wisatawan yang membawa kendaraan pribadi tak perlu risau untuk menitipkan kendaraannya. Toilet juga tersedia di tempat ini, karena merupakan salah satu elemen penting di tempat apapun.

Bagi wisatawan yang ingin berburu buah tangan untuk keluarga di rumah, mereka juga dapat mengunjungi toko souvenir yang berjajar di sekitar lokasi wisata. Mereka bisa menjadikannya kenang-kenangan sebagai tanda pernah mengunjungi Pura Goa Gajah.

Layaknya tempat wisata pada umumnya, di pura ini juga menyediakan tempat untuk mengambil foto. Uniknya di tempat ini tak hanya menyediakan tempat yang eksotis saja, melainkan juga tempat foto bersama ular piton. Bagi wisatawan yang tak merasa takut bisa mencobanya. Tenang saja, ular tersebut dijaga oleh orang yang bertugas, sehingga Anda tak perlu khawatir akan terkena gigitannya.

Pura Goa Gajah menjadi destinasi menarik bagi pengunjung, baik yang berasal dari dalam maupun luar pulau. Wisatawan dapat menambah wawasan terutama tentang ilmu sejarah, karena tempat ini mengandung nilai sejarah yang cukup tinggi.