Garuda Wisnu Kencana merupakan taman budaya yang memiliki nilai seni dan budaya yang sangat berharga di Bali. Banyak kegiatan menarik yang bisa dilakukan di ikon wisata Pulau Dewata.

Lokasi: Jl. Raya Uluwatu, Ungasan, Kec. Kuta Selatan, Kab. Badung.
Map: Cek Lokasi

Bali merupakan sebuah pulau yang menyimpan banyak sekali keindahan alam bahkan kebudayaan yang sangat melimpah di Indonesia. Banyaknya tempat wisata di Pulau Dewata ini memancing para wisatawan baik itu dalam negeri maupun luar negeri untuk datang ke sini. Tentunya objek wisata-wisata yang ada di pulau ini memiliki daya tarik tersendiri, khususnya Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Garuda Wisnu Kencana atau yang lebih dikenal dengan GWK adalah patung yang terdapat di GWK Cultural Park. Patung yang berdiri setinggi 121 meter ini memiliki nilai sejarah yang sangat besar. Selain itu, patung ini juga telah mengalahkan rekor tinggi dari patung yang berada di Amerika Serikat, yakni Liberty yang hanya memiliki tinggi 93 meter saja.

Sejak diresmikannya patung ini oleh Presiden Republik Indonesia pada tahun 2018 lalu, tentunya tempat kunjungan wisata ini menjadi semakin ramai sebelum diadakannya pembangunan rehabilitasi. Selain ditujukan sebagai tempat wisata, GWK pastinya memiliki fungsi lain yang merupakan tujuan dari terbangunnya patung ini sendiri.

Sejarah Singkat Garuda Wisnu Kencana Bali

Sejarah Singkat Garuda Wisnu Kencana Bali
Image Credit: Instagram.com @eriwijaya

Dengan keanggunan pada Patung Garuda Wisnu Kencana, memiliki sebuah nilai yang sangat mengagumkan di dalamnya. Bahkan setiap spot area tersebut memiliki daya tarik tersendiri yang dapat dirasakan saat Anda berada di sana. Berikut informasi mengenai GWK bila ingin memutuskan ingin menikmati waktu liburan di sana.

Sebelum dibangun sebuah patung atau arca, pastinya memiliki cerita di baliknya. Begitu pula Garuda Wisnu Kencana ini memiliki sejarah seperti halnya beberapa kerajaan di seluruh Indonesia. GWK menceritakan sebuah hewan tunggangan Dewa Wisnu yang bernama Garuda.

Berawal dari seorang Resi (orang suci dalam ajaran Hindu) yang bernama Kasyapa. Resi Kasyapa dikenal orang dengan pribadi yang bijak dan sangat adil kepada kedua istrinya, yakni Winata dan Kadru. Kedua istri dari Resi Kasyapa memiliki sifat yang sangat bertentangan.

Winata dikenal dengan pribadi yang sangat sangat baik hati, Berbeda dengan Kadru yang memiliki sifat iri dan dengki terhadap Winata. Apapun akan dilakukan oleh Kadru untuk menyingkirkan Winata agar keluar dari keluarga tersebut.

BACA JUGA:  Pantai Padang Padang Bali - Daya Tarik, Lokasi & Harga Tiket

Masing-masing istri dari Resi Kasyapa dikaruniai anak. Winata dikaruniai anak seekor burung Garuda. Sedangkan Kudra dikaruniai banyak sekali ular (Naga). Meskipun telah memiliki banyak anak, Kudra masih tetap menyimpan rasa iri kepada Winata.

Konon, Dewa Trisakti pernah memporakporandakan samudra untuk memperoleh sebuah pusaka sakti yakni Tirtha Amarta yang berupa air. Air tersebut memiliki khasiat untuk memberikan sebuah keabadian terhadap siapa saja yang meminumnya walaupun hanya setetes saja.

Bersamaan dengan kejadian tersebut, terdapat seekor kuda milik Dewa Indra yakni Uccaihswara yang menjadi bahan taruhan bagi kedua istri Resi Kasyapa. Kardu yang memiliki rasa yang penuh dengan kedengkian akhirnya membuat sebuah taruhan kepada Winata untuk menebak dari warna ekor kuda tersebut.

Sejarah Singkat Garuda Wisnu Kencana
Image Credit: Instagram.com @unbranded_travel

Apabila di antara kedua dari mereka menebak dengan benar, maka imbalannya yang kalah akan menjadi budak yang memenangkan pertaruhan. Sayangnya Kuda Uccaihswara belum pernah dilihat oleh mereka. Kudra menebak ekor kuda itu dengan warna hitam, sedangkan Winata berwarna putih.

Anak-anak Kadru kemudian mencari informasi dan menemukannya kalau seluruh tubuh kuda tersebut berwarna putih bagaikan salju. Kudra pun meminta kepada anaknya untuk menyemburkan racun pada ekor kuda itu dan seketika berwarna hitam. Saat kedua istri tersebut dapat melihat kudanya, Winata pun menerima kekalahan dan menjadi budaknya.

Garuda mengetahui kelicikan dari Kudra, dan akhirnya bertarung dengan para Naga hingga tidak ada yang terkalahkan. Akan tetapi, sang naga memiliki persyaratan agar ibu Garuda bisa bebas yaitu dengan menyerahkan Tirtha Amarta. Garuda meminta pusaka tersebut kepada Dewa Wisnu yang memegangnya.

Namun Dewa Wisnu meminta Garuda untuk menjadi tunggangannya agar dapat memperoleh pusaka itu sebagai persyaratannya. Inilah awal dari nama Garuda Wisnu Kencana. Garuda pun menyetujuinya dan menyerahkan air tersebut ke pada naga.

Sebelum sempat meminum air tersebut, Dewa Indra yang kebetulan lewat, merampasnya kembali dan sayangnya setetes air pusaka tersebut jatuh pada daun ilalang. Kemudian Naga menjilat rumput tersebut dan tiba-tiba lidahnya terbelah menjadi dua cabang. Menurut cerita inilah mengapa setiap ular memiliki lidah bercabang dua.

Setelah kejadian itu, Winata akhirnya terbebas dari perbudakan Kudra. Lalu sang Garuda menjadi tunggangan tetap dari Dewa Wisnu hingga akhir hayatnya. Inilah yang menjadi sejarah dari patung GWK dan menyimbolkan kegigihan sang anak untuk berbakti kepada orang tuanya. Karena cerita inilah lambang dari negara adalah Garuda.

Rute Menuju Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana

Rute Menuju Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana
Image Credit: Google Maps (Tatyana Khoshabaeva)

Untuk dapat sampai ke area Cagar Budaya GWK, terdapat berbagai macam rute yang dapat dipilih sesuai asal Anda. Apabila Anda memulai perjalanan dari Bandara Internasional Ngurah Rai, langsung saja ikuti jalan By Pass-nya. Selanjutnya masuki Jalan Uluwatu hingga sampai di Ungasan tepatnya pada Jalan Garuda Wisnu Kencana.

BACA JUGA:  Pantai Bingin, Pantai Pasir Putih Menawan di Bali Selatan

Apabila Anda memulai dari ibu kota Bali, Denpasar, tepatnya berada di Jalan Raya Denpasar dan lakukan perjalanan ke arah Gilimanuk. Kemudian masukilah kawasan Jalan Sempidi hingga Imam Bonjol. Lalu melajulah hingga Jalan Uluwatu dan selanjutnya belok ke arah kiri. Telusuri jalannya hingga menemukan Cagar Budaya Gauda Wisnu Kencana.

Harga Tiket dan Jam Operasional Taman Budaya GWK

Harga Tiket dan Jam Operasional Taman Budaya GWK
Image Credit: Instagram.com @sanggar_absurd

Untuk memasuki kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana ini, Anda akan dikenakan harga untuk tiketnya sebesar Rp 125.000 untuk orang dewasa, sedangkan bagi anak-anak sebesar Rp 100.000. Harga ini belum termasuk tiket untuk memasuki gedung GWK. Apabila ingin memasukinya, akan ada tambahan biaya sebesar Rp 20.000.

Harga tersebut sudah termasuk biaya dalam semua pertunjukkan yang ingin Anda saksikan di sana. Karena nantinya Anda akan dipertontonkan berbagai macam kegiatan kebudayaan yang sangat memukau di dalamnya. Sedangkan untuk harga masuk ke gedungnya, sebagai imbalan perawatan agar tidak cepat rusak bangunannya.

Untuk waktu dibukanya taman budaya GWK ini akan dimulai pada pukul 08.00 WITA hingga pukul 22.00 WITA. Apabila Anda pergi saat liburan. Usahakan datang lebih awal, agar pada saat memperoleh tiketnya tidak berdesakan dengan pengunjung lainnya.

Fasilitas yang Tersedia di Taman Garuda Wisnu Kencana

Fasilitas di Taman Garuda Wisnu Kencana
Image Credit: Google Maps (shylo baker)

Fasilitas dalam Taman budaya GWK sangatlah lengkap. Tentunya saat Anda berada dalam taman ini akan menjadi betah dan sangat menyenangkan. Beberapa di antaranya:

1. Restoran

Apabila perut sudah ingin diisi dengan beberapa makanan lezat, cobalah datang ke restoran-restoran yang terdapat di dalam taman budaya ini. Tentunya Anda akan mendapati berbagai macam makanan yang sangat lezat, dari kuliner lokal, western, Chinese, dan sebagainya.

2. Toko Souvenir

Souvenir pada sebuah objek wisata tentunya harus didapatkan. Karena dengan membeli souvenir tempat wisata tersebut di lokasi yang sudah ada, pastinya akan menambah kenang-kenangan untuk Anda maupun orang yang diberi souvenir tersebut.

3. Studio Foto

Apabila ingin memperoleh foto-foto dengan berbagai macam latar di Bali dengan mengenakan busana tradisionalnya, Anda dapat mengunjungi sebuah studio foto yang telah disediakan oleh pihak taman budaya. Selain itu, Anda juga dapat menyewa beberapa fotografer untuk dapat diajak ke spot-spot yang diinginkan di GWK.

4. Penginapan

Taman Budaya GWK juga menyediakan sebuah penginapan privat bagi Anda yang ingin tinggal di sini untuk sejenak. Selain dapat menikmati semua kegiatan yang berlangsung di cagar budaya di sini, Anda juga dapat menikmati pemandangan yang sangat indah di sekitar penginapan tersebut.

5. Tempat Parkir

Anda tidak perlu khawatir apabila datang dengan menggunakan kendaraan pribadi pada hari libur mengenai tempat parkirnya. Karena area parkir di GWK sangatlah luas dan aman.

BACA JUGA:  Pantai Legian Bali, Pesona Pantai Pasir Putih & Pemandangan Sunset

6. Halte Bus

Apabila Anda datang tidak menggunakan kendaraan pribadi, halte bus yang terdapat di GWK dapat dimanfaatkan apabila ingin pulang. Karena bus yang singgah ke GWK sangat sering dan dengan mudah untuk dinaiki.

7. Segway

Segway merupakan fasilitas yang dapat Anda sewa sebesar Rp 50.000 selama 10 menit. Dengan menggunakan alat ini, Anda dapat berkeliling di taman budaya yang luasnya hingga 240 hektar ini.

Selain dari sarana-sarana di atas, Anda juga dapat menggunakan fasilitas umum lainnya seperti toilet, tempat ibadah, serta akses Wi-Fi. Tentunya akan sangat menyenangkan bila dapat berlibur ke GWK.

Kegiatan Menarik yang Dapat Dilakukan di Taman Budaya GWK

Kegiatan Menarik di Taman Budaya GWK
Image Credit: Google Maps (Christian Hadianto)

Apabila Anda memiliki waktu berlibur yang panjang dalam satu tempat, GWK merupakan lokasi yang sangat cocok untuk hal itu. Karena akan ada banyak sekali kegiatan yang dapat Anda lakukan di sini, seperti:

1. Menikmati Pertunjukkan

Dengan membayar tiket sekali saja, Anda dapat menikmati pertunjukkan yang dapat disaksikan mulai dari pukul 10.00 – 19.15 WITA. Pertunjukan-pertunjukannya sangat beragam.

Berbagai macam pertunjukan tari-tarian khas Bali, drama mengenai Garuda Wisnu, hingga kesenian lainnya dapat disaksikan. Pastikan Anda memperhatikan jadwal yang telah tersedia.

2. Mengelilingi GWK dengan Segway

Apabila Anda ingin mengelilingi taman budaya yang memiliki luas hingga 240 hektar ini, sangat tidak mungkin dilakukan apabila hanya berjalan kaki saja. Terdapat sebuah fasilitas yang dapat Anda manfaatkan untuk melakukan hal tersebut.

Dengan menggunakan Segway yang dapat disewa dengan harga Rp 50.000, Anda dapat memutari komplek dari taman budaya ini dengan memakan waktu hanya 10 menit saja. Selain itu, Anda akan dengan cepat menemukan spot-spot yang nantinya dapat digunakan untuk berfoto.

3. Hunting Foto

Mengabadikan momen dalam sebuah liburan adalah kegiatan yang wajib dilakukan oleh setiap orang. Banyak sekali spot-spot foto yang dapat Anda manfaatkan dengan latar belakang yang begitu bagus. Tentu saja untuk melakukan hal ini, akan sangat memakan waktu yang sangat lama sekali, bahkan hingga malam.

4. Berbelanja Oleh-Oleh

Membeli oleh-oleh berupa makanan ringan atau souvenir khas Bali dapat Anda lakukan di sini. Karena berbagai macam toko souvenir akan dapat dilihat berjajar dengan rapi pada lokasi plazanya.

Itulah informasi mengenai Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana Bali yang memiliki daya tarik dari sebuah Pulau Bali. Dengan sejarah dan tradisi yang sangat kental, pastinya pembangunan tempat wisata ini akan memiliki arti yang sebenarnya. Sangat disarankan mendatangi tempat ini pada pagi hari agar tidak ketinggalan dengan pertunjukan-pertunjukan yang akan disuguhkan untuk Anda.