Devil’s Tear menjadi salah satu objek wisata di Nusa Lembongan Bali yang menawarkan pemandangan pantai dan tebing-tebing karang curam yang sangat menantang.

Harga Tiket: Gratis; Map: Cek Lokasi
Alamat: Nusa Lembongan, Jungutbatu, Kec. Nusa Penida, Kab. Klungkung, Bali.

Devil’s Tear menjadi unggulan pariwisata di Nusa Lembongan yang merupakan wilayah perairan. Tempat ini memiliki pemandangan bukit-bukit karang dengan ombak yang berebut menghantam tebing dengan keras. Saking kencangnya, banyak sekali bulir-bulir air laut yang melompat kesana-kemari setelah ombak datang lalu jatuh ke atas batu karang.

Fenomena tersebut menjadi asal-usul disebutnya “Devil’s Tears”. Nama bukit karang ini bila dialihbahasakan ke Bahasa Indonesia berarti air mata iblis. Cukup seram juga untuk sebuah nama. Keindahan lain yang dapat dinikmati saat di bukit ini yakni panorama pantainya yang sunyi dan senyap. Bila berkunjung sore hari, Anda akan disuguhi keindahan pemandangan matahari terbenam.

Karena itu, banyak juga yang datang di waktu senja karena akan mendapat tiga keindahan. Dulunya, tempat ini begitu alami tanpa toilet umum, warung, dan tempat ibadah. Untuk itu, pengunjung yang datang sering membawa bekal dan buang air dulu sebelum berangkat. Dan kini, untuk menambah kenyamanan turis, dibuatlah ketiga fasilitas di atas.

Daya Tarik yang Dimiliki Devil’s Tear

Daya Tarik Devil’s Tear
Image Credit: Twitter.com @MGPhoto17

Wisata alam Devil’s Tear punya beberapa daya tarik unik. Namun, tempat ini sedikit kurang ramah terhadap anak-anak karena tempatnya yang sedikit curam. Oleh warga Lembongan, tempat ini disebut dengan ‘Sedok Gumblong’. Sedok yang berarti teluk rendah dan Gumblong yang berarti arah menuju empang minum sapi gembalaan.

1. Deburan Ombak

Daya tarik utama dari Devil’s Tear yakni deburan ombaknya. Ombak yang kerap menabrak tebing di tempat ini sangat kuat. Hantaman paling kuat menabrak sisi kiri tebing. Bahkan buih-buih air lautnya jatuh di atas tebing karang sampai tergenang dan jika meluap akan jatuh ke dalam samudera bak air terjun.

Bila air laut sedang pasang, deburan ombak di tempat ini paling ganas dibanding wisata lain di Nusa Lembongan. Keganasan ombak di sini, sempat menelan korban yang sedang berswafoto di zona aman. Untuk itu, Anda yang berkunjung ke tempat ini sedikitlah menjauhi area sisi kiri tebing dan berdiri terlalu dekat dengan sisi luar tebing yang bersebelahan dengan air Samudera Hindia.

Bahkan saking ganasnya, sesekali ombak di tempat ini bisa melebihi tinggi pohon kelapa. Tebing karang di sini memiliki bentuk huruf U. Gua di bawah tebing ini terbentuk karena kuatnya ombak menyapa. Sama seperti pepatah batu yang bisa lubang karena tetesan air yang konstan jatuh.

Lalu, ada pondok-pondok sederhana yang dibangun di atas tebing sebagai tempat untuk duduk-duduk berteduh. Jadi bila pengunjung lelah, maka bisa duduk di kursi yang lunak dibanding harus duduk di permukaan tebing langsung.

Daya Tarik Devil’s Tear Bali
Image Credit: Twitter.com @TracieTravels

2. Muncul Pelangi

Fenomena pelangi dapat ditemui di tempat ini. Namun, hanya yang berukuran kecil dengan ujung di atas tebing dan ujung satunya di permukaan laut. Proses ini terjadi karena adanya proses pembiasan. Yakni pembiasan sinar mentari yang terbelokkan sehingga menciptakan lengkungan tujuh warna yang berurutan.

Alasannya karena sinar yang harusnya lurus saat masuk ke dalam air menjadi serong sehingga menimbulkan fenomena pelangi. Anda yang beruntung melihat pelangi muncul di sisi tebing dapat mengabadikan melalui kamera ponsel atau kamera profesional yang memiliki kualitas lebih baik. Jika tidak mendapati momen ini, Anda masih bisa berfoto dengan ombak yang sedang menabrak tebing.

3. Panorama Mentari Senja

Daya tarik Devil’s Tear terakhir yakni panorama mentari senja. Nantinya saat hari akan berakhir, matahari akan bergerak turun seolah tenggelam di dasar laut. Dan bila Anda memotret di posisi yang pas, maka Anda bisa mendapatkan foto matahari yang turun di ceruk tebing yang mencoba mengepaskan diri.

Alamat & Rute Menuju Lokasi Devil’s Tear

Alamat Devil’s Tear
Image Credit: Istagram.com @sandra_middleton

Devil’s Tear merupakan salah satu destinasi wisata Nusa Lembongan yang kudu dikunjungi dengan cara menyeberang. Bila berangkat dari pantai Sanur, pergilah ke dermaga. Lalu, pilihlah ingin menggunakan kapal cepat atau perahu motor sebagai alat transportasi menuju dermaga Jungut Batu. Perjalanan akan ditempuh dalam tiga puluh menit.

Sampai di dermaga Jungut Batu, pengunjung bisa menyewa sepeda motor atau mobil agar bisa sampai ke Devil’s Tear. Biaya sewa sepeda motor berkisar tujuh puluh ribu untuk sewa enam jam. Dan bila seharian dihargai seratus ribu. Sedangkan harga sewa mobil untuk sehari berkisar di delapan ratus ribu. Maksimal satu mobil sewaan dapat menampung sampai sepuluh orang.

Bila memilih datang dengan sepeda motor, Anda bisa sampai di lokasi tanpa perlu berjalan kaki. Bila memilih datang dengan mobil, Anda bisa memarkir kendaraan di lahan parkir pantai Dream Beach lalu meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki.

Tetaplah berhati-hati selama berkendara di jalanan berbatu dan berdebu. Lalu, jangan datang terlalu petang karena jalanan di tempat ini tidak memiliki banyak lampu jalan.

Dari sekian banyak lokasi wisata di Nusa Lembongan, Devil’s Tear menjadi salah satu lokasi wisata yang bisa dikunjungi dengan bebas. Tempat ini sama sekali tidak menyuruh siapapun yang datang untuk membayar tiket masuk. Wisata ini juga dibuka setiap hari. Pengunjung bisa datang antara jam dua belas malam sampai jam dua belas malam berikutnya. Yang artinya tempat ini dibuka 24 jam.

Pengunjung yang berjalan kaki bisa langsung berjalan masuk ke Devil’s Tear. Tetapi pengunjung yang membawa sepeda motor, harus memarkir dulu kendaraannya. Setelah itu, baru diperbolehkan untuk masuk.

Meskipun tidak ditaruh dengan rapi, penjaga parkir di sana akan merapikan sepeda motor menjadi sebuah barisan. Perlu diingat, bila parkir di tempat ini jangan sampai mengunci setir sepeda motor agar mudah dipindahkan oleh petugas parkir.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Devil’s Tear

Kegiatan di Devil’s Tear
Image Credit: Instagram.com @dhanasekar_ravi

1. Melompat dari Atas Tebing

Anda yang sedikit bebal dan menyukai hal menantang, bisa mencoba melompat dari atas tebing. Namun perlu diingat bahwa hal ini tidak boleh untuk dicontoh karena termasuk tindakan berbahaya dan bisa menghilangkan nyawa. Tebing karang ini pun cukup tajam sehingga hindari untuk berjalan-jalan tanpa alas kaki. Dan bila sedang musim hujan, batu karang akan menjadi cukup licin.

2. Duduk-Duduk

Bila pengunjung merasa letih atau kepanasan, maka mereka dapat berteduh di pondok bambu dan duduk di atas kursi plastik. Bisa juga memandangi deburan ombak yang menyembur-nyembur atau mengobrol dengan wisatawan asing untuk menambah kenalan baru. Dan bila merasa lapar, maka bisa membeli sesuatu di warung lalu kembali ke atas tebing.

3. Berswafoto

Karena keunikan dari Devil’s Tear, membuat banyak fotografer profesional atau fotografer dadakan datang ke sini. Banyak yang menunggu ombak datang baru menekan tombol potret. Namun bila datang sendiri, berhati-hatilah saat berfoto sendiri agar tidak terbawa gelombang ombak hingga tercebur ke dalam laut.

Karena pernah terjadi kasus kematian, maka petugas Devil’s Tear membuat pagar pembatas dari kayu dan tali tambang agar tidak ditemui lagi kasus serupa. Hal ini pun dapat menjadi pengaman untuk wisatawan yang lalai berfoto dengan mundur-mundur ke tepi tebing demi membidik foto yang bagus.

Serta dipasang papan peringatan yang berisikan setiap aktivitas menjadi tanggung jawab individu agar pengunjung lebih berhati-hati. Jadi, Anda harus berhati-hati jika berada di kawasan ini.

4. Bermain Pasir

Di sebelah bukit karang, terdapat pantai dengan hamparan pasir putih. Pasir di sini sangat lembut dan jarang ditemui sampah seperti di pantai Kuta. Namun karena saat siang matahari menjadi terik, Anda disarankan memakai tabir surya agar kulit Anda tidak gosong sebagian. Atau bisa juga berteduh menggunakan payung.

Ombak di pantai ini pun tidak terlalu tinggi sehingga aman bila bermain air di pinggiran. Hal ini karena hempasan ombak yang kuat telah mengenai bukit karang duluan sehingga kekuatannya banyak berkurang. Jadi wisatawan yang membawa anak kecil bisa berfoto di bukit karang sebentar lalu berlama-lama bersenang-senang di pantai ini.

Fasilitas Wisata yang Tersedia di Devil’s Tear

Fasilitas di Devil’s Tear
Image Credit: Instagram.com @colourfulisa

Fasilitas yang ada di bukit curam ini seperti normalnya tempat wisata. Yakni toilet umum, warung minuman dan makanan, lahan parkir, dan penginapan. Toilet umum yang disediakan ada beberapa bilik. Lalu, untuk warungnya menjual minuman seduh, es kelapa muda, dan makanan instan serta makanan yang mudah untuk dibuat. Bagusnya, sudah dibangun tempat ibadah di sini.

Lahan parkir di Devil’s Tear juga terbilang luas sehingga pengunjung tidak perlu khawatir kehabisan tempat untuk menyimpan sementara kendaraannya. Penginapan juga terdapat di sekitaran area ini sehingga pengunjung yang ingin menghabiskan banyak waktu liburan di Nusa Lembongan dapat tercapai.

Itulah ulasan lengkap yang membahas mengenai rute jalan, ragam fasilitas, harga tiket, dan daya tarik Devil’s Tears di Nusa Lembongan, Bali. Jenis wisata yang unik ini bisa menambah pengalaman liburan baru bagi Anda yang hobi berkeliling negeri. Serta menghapus daftar tujuan wisata di Nusa Lembongan karena telah berhasil didatangi.