Desa Penglipuran Bangli merupakan desa adat yang menjadi destinasi wisata populer di Bali. Desa wisata dengan bangunan-bangunan yang tertata rapi, unik dan kental dengan kearifan lokal.

Lokasi: Jl. Penglipuran, Kubu, Kec. Bangli, Kab. Bangli.
Map: Cek Lokasi

Pulau Bali terkenal akan ragam budaya yang kental dan khas serta kekayaan alam yang begitu melimpah. Pulau Dewata ini sering kali dijadikan sebagai sasaran objek wisata oleh para pelancong, baik dari Indonesia maupun para pelancong dari luar negeri. Banyak destinasi wisata di Bali yang terkenal sampai ke tingkat nasional maupun tingkat internasional.

Objek wisata paling terkenal di Bali dan menjadi incaran para wisatawan salah satunya yaitu Desa Penglipuran. Desa ini merupakan desa pertama di Indonesia yang ditetapkan sebagai destinasi wisata budaya dan alam dan masuk dalam tingkat internasional. Desa ini dibangun dengan konsep perpaduan antara budaya khas Bali yang kental dan kekayaan alam yang begitu menggoda.

Desa wisata di Bangli ini wajib dimasukkan ke dalam list liburan Anda saat mengunjungi Pulau Bali. Desa ini sangat cocok dikunjungi bersama keluarga, teman, maupun bersama pasangan Anda. Untuk lebih detailnya, Anda dapat menyimak beberapa informasi yang berkaitan dengan Desa Penglipuran ini.

Objek Wisata di Desa Penglipuran Bali

Objek Wisata Desa Penglipuran Bali
Image Credit: Instagram.com @karenbphotography_

Desa adat ini menjadi desa pertama yang dijadikan objek wisata mulai tahun 1995. Desa ini terletak tinggi di atas permukaan laut, yaitu sekitar 700 meter. Hal inilah yang menyebabkan Desa ini memiliki hawa yang sejuk. Selain itu, pemandangan alami yang disajikan membuat siapapun ketagihan untuk menikmatinya.

Desa Penglipuran juga dinobatkan sebagai desa terbersih sedunia. Penghargaan ini didapatkan karena desa ini jauh dari polusi serta bersih dari sampah. Para warga menerapkan larang membuang sampah sembarangan bagi warganya maupun para wisatawan.

Disini, Anda akan disuguhi bangunan rumah yang memiliki arsitektur seni khas Bali. Rumah-rumah ini memiliki desain yang seragam dengan gerbang kecil dari bambu. Destinasi wisata satu ini buka mulai dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 WITA. Desa Adat Penglipuran dibuka untuk wisatawan setiap hari, kecuali pada saat ada upacara adat atau perayaan adat.

Keunikan di Desa Adat Penglipuran Bangli

Keunikan Desa Adat Penglipuran Bangli
Image Credit: Instagram.com @jeppy_satria

Saat memasuki kawasan wisata, Anda akan disambut oleh pemandangan rumah-rumah yang memiliki bentuk yang hampir seragam. Rumah ini dibangun dengan menggunakan bambu dengan desain yang sama dengan rumah lainnya yang ada di Desa Penglipuran. Terdapat pula angkul-angkul atau gerbang pintu yang cukup dilewati oleh 1 orang dewasa di depan tiap rumah.

BACA JUGA:  20 Tempat Wisata di Ubud Bali Terbaru & Terhits Buat Liburan

Bangunan rumah ini mengusung konsep budaya Bali yang bercampur dengan alam. Seluruh rumah di desa ini tidak menggunakan cat sintetik, tetapi menggunakan cat berbahan dasar tanah liat. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan seni budaya agar tidak hilang di tengah zaman modernisasi.

Di Desa Penglipuran ini menganut prinsip trimandala. Trimandala merupakan sebuah konsep yang memiliki fungsi dan tingkat kesuciannya berbeda. Ada ruang utama, madya, dan nista. Di desa ini ketiga ruang itu terletak membujur dari utara sampai ke selatan. Utara melambangkan gunung sedangkan selatan melambangkan laut dan di tengahnya terdapat jalan desa.

Di sisi utara desa ini terdapat sebuah pura penataran sebagai tempat ibadah masyarakat. Untuk ruang madya berisi rumah-rumah warga desa dengan arsitektur khas Bali. Rumah ini di bagi menjadi 2 sisi, dimana pada tiap sisinya terdiri masing-masing 38 buah rumah. Ruangan nista adalah tempat bagi mereka yang sudah meninggal yang terletak di selatan desa.

Budaya di Desa Wisata Penglipuran Bali

Budaya Desa Wisata Penglipuran Bali
Image Credit: Instagram.com @kokofarhell

Luas desa ini 40 % nya adalah hutan bambu. Di desa ini memiliki budaya menghormati alam, terlebih lagi saat hendak menebang pohon bambu. Anda harus memiliki atau mendapat izin dari tokoh masyarakat sebelum menebang bambu di hutan ini.

Selain itu, terdapat juga budaya untuk menghormati wanita sehingga bagi pria yang tinggal di desa ini dilarang untuk melakukan poligami. Bagi yang melakukan poligami akan ditempatkan pada tempat yang tidak berpenghuni dan juga terpencil.

Desa ini memiliki aturan bagi pencuri yang tertangkap. Bagi para pencuri yang tertangkap akan di hukum untuk memberikan sesajen 5 ekor ayam. 5 ekor ayam ini harus memiliki bulu dengan warna yang berbeda. Sesajen ini di letakan di 4 pura leluhur mereka.

Bali sangat terkenal dengan upacara adatnya, yaitu ngaben. Ngaben adalah upacara pembakaran mayat. Di desa panglipuran bali yang di huni oleh masyarakat beragama hindu ini tidak mengenal upacara ngaben tersebut. Di desa ini apabila seseorang meninggal akan langsung di kubur.

Aktivitas Menarik Dilakukan di Desa Penglipuran

Aktivitas Menarik Dilakukan di Desa Penglipuran
Image Credit: Pegipegi.com

Saat berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran, hal yang wajib Anda lakukan yaitu menikmati pemandangan asri dan menghirup udara yang segar dan sejuk. Desa ini jauh akan polusi karena tidak memperbolehkan kendaraan bermotor berlalu lalang melewati jalan di dalam Desa. Anda akan merasakan suasana nyaman, damai, dan tenang saat berlibur ke desa ini.

Terdapat hutan bambu di ujung jalan yang masih terjaga keasriannya. Bambu ini tumbuh di sepanjang jalan setapak yang cukup luas. Anda dapat menyelusuri jalan tersebut sambil menikmati suasana dan alunan nada yang tercipta dari udara yang bergesekan dengan bambu. Anda juga dapat menjadikan bambu ini sebagai properti foto.

BACA JUGA:  15 Tempat Wisata di Buleleng Bali Terbaru & Terhits Buat Liburan

Disini, Anda dapat menjelajahi seluruh penjuru desa dengan berjalan kaki. Anda dapat menyusuri undakan yang rata sambil melihat para warga yang sedang melakukan berbagai aktivitas. Jangan lupa untuk bersikap sopan dan menyapa warga disana.

Warga Desa Penglipuran terkenal akan keramahannya terhadap semua orang. Anda dapat bertanya pada warga sekitar dan akan dijawab dengan ucapan yang lembut dan tentunya sopan. Anda bisa bertanya tentang keunikan dan ragam budaya yang terdapat di desa ini. Hal ini dapat semakin menambah wawasan dan pengetahuan Anda tentang budaya yang ada di Indonesia.

Anda juga dapat melakukan sesi pemotretan untuk acara pernikahan. Desa wisata ini menyediakan berbagai spot foto unik dan tentunya kental akan budaya dan seni. Bangunan yang terdapat di desa ini dibangun dengan arsitektur bergaya khas Bali yang dapat Anda jadikan sebagai properti foto pre-wedding.

Kegiatan selfie atau berfoto ria tidak boleh Anda lewatkan saat liburan ke desa adat ini. Terdapat banyak sekali tempat atau view yang menarik di setiap sudut desa. Desa Penglipuran juga sering kali didatangi oleh fotografer dari mancanegara karena tata ruangnya yang diatur secara apik dan memanjakan mata.

Anda juga dapat menyewa pakaian adat Bali yang tentunya dibuat dari kain yang berkualitas. Baju adat ini dapat disewa dengan harga yang terjangkau. Anda dapat berfoto ria sambil memamerkan baju adat Bali dengan arsitektur bangunan kaya akan seni sebagai backgroundnya.

Desa adat ini juga menyediakan rumah makan yang terdapat di rumah-rumah warga. Anda dapat berwisata kuliner dan mencicipi semua jajanan ataupun makanan berat yang disajikan. Jangan khawatir, sebab hidangan yang disajikan dibandrol dengan harga yang ramah di kantong.

Fasilitas yang Tersedia di Desa Penglipuran

Fasilitas di Desa Penglipuran
Image Credit: Instagram.com @iffah_bl

Sebagai desa wisata, para warga maupun pengelola menyediakan fasilitas-fasilitas yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan para wisatawan. Fasilitas ini dapat dinikmati secara gratis maupun berbayar.

Fasilitas tersebut antara lain berupa toilet berbayar dan rumah makan yang tersedia di depan rumah-rumah warga. Selain itu, pengelola wisata juga menyediakan area parkir yang luas dan dekat dengan Kawasan desa. Terdapat pula pusat informasi yang dapat membantu Anda menjelajahi desa ini.

Jika merasa lelah dan penat, Anda jangan khawatir. Sebab, objek wisata satu ini menyediakan gazebo-gazebo kecil di tepi jalan yang dapat digunakan sebagai tempat bersantai maupun untuk beristirahat. Objek wisata ini juga menyediakan tempat ibadah berupa pura bagi umat hindu yang berlibur ke desa ini.

BACA JUGA:  10 Air Terjun di Gianyar Bali yang Paling Hits

Disini juga terdapat tempat penyewaan baju adat Bali. Anda dapat memakai baju Adat ini sambil menjelajahi desa. Baju ini juga sangat cocok dijadikan sebagai properti foto.

Rute Menuju Kawasan Desa Wisata di Bali

Rute Menuju Desa Wisata di Bali
Image Credit: Instagram.com @iffah_bl

Akses jalan yang ditempuh untuk sampai ke Desa Penglipuran sangat mudah dengan jalan yang sudah memadai. Bagi Anda yang berasal dari luar daerah ataupun luar negeri, Anda harus transit terlebih dahulu di Bandar Udara Ngurai Rai.

Untuk sampai ke desa wisata ini, Anda bisa menaiki mobil atau motor pribadi. Anda juga dapat menyewa kendaraan beserta supirnya agar tidak tersesat dan menghemat waktu perjalanan.

Jarak yang harus ditempuh dari Bandar Udara Ngurah Rai ke Desa Penglipuran yaitu 56 kilometer. Bagi Anda yang berangkat melalui Kuta, Anda harus menempuh perjalanan sepanjang 53 kilometer. Sedangkan dari Kota Denpasar, ditempuh dengan jarak 45 kilometer.

Untuk sampai ke Kabupaten Bangli, Anda dapat melewati By Pass Ida Bagus Mantra. Jika telah sampai Anda hanya perlu lurus sampai bertemu dengan Pertigaan. Disini terdapat papan petunjuk jalan yang dapat membantu Anda untuk sampai ke Kawasan wisata.

Harga Tiket Masuk Desa Wisata Penglipuran

Harga Masuk Desa Wisata Penglipuran
Image Credit: Instagram.com @nathaline75

Pemerintah Kabupaten Bangli telah menetapkan Desa Penglipuran sebagai desa wisata adat pertama di Indonesia. Untuk bisa memasuki kawasan desa ini, Anda perlu mengeluarkan sejumlah biaya untuk tiket masuk. Harga tiket masuk untuk wisatawan lokal dan asing dibandrol dengan harga yang berbeda.

Tiket masuk untuk wisatawan asing dibandrol sebesar Rp 25.000 untuk anak-anak dan sebesar Rp. 30.000 untuk orang dewasa. Sedangkan tiket masuk untuk wisatawan lokal dibandrol dengan harga Rp 10.000 untuk anak-anak dan Rp 15.000 untuk orang dewasa. Bagi Anda yang membawa kendaraan roda empat, akan dikenakan biaya tempat dan keamanan sebesar Rp 5.000.

Anda harus mengecek terlebih dahulu segala informasi yang berkaitan dengan objek wisata Desa Wisata Penglipuran. Sebab harga yang tertera di atas dapat berubah, tergantung dari kebijakan dan peraturan pengelola objek wisata. Hal ini dapat membantu Anda untuk menentukan budget liburan yang harus Anda siapkan.

Itulah beberapa informasi yang berkaitan dengan Desa Penglipuran yang wajib untuk Anda ketahui. Jangan lupa untuk mengunjungi desa wisata ini saat berlibur ke Pulau Dewata. Keindahan alam yang asri dan terjaga dengan budaya khas yang kental menjadi daya tarik tersendiri yang memikat hati para pelancong. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat dan semakin menambah pengetahuan Anda.