Candi Tebing Gunung Kawi merupakan candi yang menakjubkan di Gianyar, Bali. Situs purbakala unik yang mana candi dipahat pada dinding tebing batu.

Lokasi: Penaka, Kec. Tampaksiring, Kab. Gianyar.
Map: Cek Lokasi

Pulau Bali ternyata tidak hanya menampilkan keanggunan pantainya yang berpadu dengan lautan. Namun, jika ditelusuri lebih dalam lagi ternyata ada beberapa titik di pulau tersebut yang dapat menjadi salah satu tujuan wisata Anda. Terdapat sebuah tempat di daerah Ubud yang dapat menjadi alternatif lain berwisata di pulau ini.

Tempat tersebut berbentuk candi pada sebuah tebing yang berada di area sekitar. Destinasi wisata itu merupakan sebuah situs dari jaman purba yang ada di Pulau Dewata. Salah satu rangkaian wisata Ubud ini nampak begitu indah dengan berbagai bangunan yang berdiri pada sebuah dinding alam.

Karena terbentuk dari dinding-dinding alam, tempat ini dinamakan Candi Tebing Gunung Kawi. Gunung Kawi berarti sebuah gunung yang “kawi” atau berarti dipahat. Ini menunjukkan candi itu sendiri yang merupakan pahatan-pahatan dari tebing di sekelilingnya.

Daya Tarik yang Dimiliki Wisata Candi Tebing

Daya Tarik Candi Tebing
Image Credit: Google Maps (Pavel Egorov)

Pengunjung yang datang ke tempat wisata tersebut akan mendapatkan sebuah nuansa yang berbeda dari Pulau Dewata pada umumnya.

1. Pemandangan Indah Sekitar Candi

Jika pada umumnya candi dibangun di atas tanah yang lapang, namun berbeda dengan destinasi yang satu ini. Terletak di tengah area persawahan, bangunannya nampak berdiri gagah pada tebing-tebing yang ada.

Candi-candinya terbagi menjadi dua bagian karena dipisahkan dengan Sungai Pakerisan yang mengalir. Pada bagian barat terdapat 4 buah candi dan di sebelah timur sungai berdiri 5 candi. Susunan tersebut seolah membuat siapa saja yang berkunjung akan terpukau.

Ketika hendak menuju tempat wisata tersebut, pengunjung perlu menuruni lebih dari 300 anak tangga. Melakukannya memang cukup melelahkan, namun rasa capek seolah hilang karena pengunjung akan melihat dengan dekat indahnya area sawah yang berundak-undak.

Sebelum menuruni tangga yang terbuat dari batu cadas tersebut, wisatawan yang hadir akan disuguhi sebuah pemandangan yang begitu indah. Pemandangan dari atas memperlihatkan susunan alam yang anggun dari berbagai pepohonan yang ada hingga penampakan area sawah dari atas. Aliran sungai Pakerisan juga tak luput darinya.

2. Candi Kuno yang Terpahat pada Dinding Alam

Keunikan tempat wisata budaya ini paling nampak terletak pada candinya itu sendiri. Terbentuk dari tebing-tebing yang kemudian dipahat sedemikian rupa, bangunan tersebut terlihat amat berbeda dengan wisata serupa lainnya. Candi-candi yang ada berukuran bersar dengan tinggi sekitar 10 meter dan lebar kurang lebih 30 meter.

Dinding-dinding alam dipahat hingga menjadi beberapa candi dengan lengkungan di sekitarnya. Lengkungan pada pinggir candi-candi seolah seperti bingkai yang mencegah bangunan tersebut mengalami erosi.

Terdapat sungai yang mengalir di tengah-tengah candi juga menjadi daya tarik tersendiri. Wisatawan akan kagum dengan bangunan bersejarah ini karena sungai yang ada seolah menyatukan rangkaian candi. Aliran air alam tersebut membuat penampilan kawasan wisata itu terlihat lebih eksotis.

Keberadaan sungai itu membuat candi tersebut semakin elok dan menarik wisatawan untuk datang. Pada sisi barat tempat wisata ini terdapat sebuah kolam yang sering digunakan untuk pemandian ataupun upacara penyucian.

Di dekat area pemandian itu terdapat ruang yang digunakan untuk pertapaan. Ruangan tersebut disebut dengan “wihara”. Tempat tersebut merupakan pahatan dalam tebing yang sangat kokoh dilengkapi dengan bilik-bilik kecil layaknya kamar dan terdapat pula jendela. Bagian atapnya juga ada lubang sirkulasi udara untuk masuk sinar matahari.

Dahulu, ruangan ini merupakan tempat untuk bertapa atau bermeditasi. Selain itu juga digunakan untuk bertemunya pendeta-pendeta umat Hindu ataupun beberapa tokoh dari kerajaan yang dahulu berkuasa.

Daya Tarik Candi Tebing Bali
Image Credit: Google Maps (Martin Jost)

3. Kolam Pemandian Dengan Pesona Air Mancur

Tempat wisata yang berada di Kabupaten Gianyar tersebut memiliki sebuah kolam pemandian pada rangkaian candi bagian barat. Pada kolam itu terdapat pancuran air yang berasal dari sungai sekitarnya.

Hal ini tentu menjadi daya tarik bagi pengunjung yang hendak datang ke sana. Pasalnya mereka tidak hanya akan menikmati wisata budaya dengan menengok situs yang digunakan sebagai tempat ibadah umat Hindu saja. Namun lebih dari itu, wisatawan yang datang juga dapat merasakan sensasi berendam di air sejuk dataran tinggi Bali.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi Candi Gunung Kawi

Lokasi Candi Gunung Kawi
Image Credit: Google Maps (Penzion Agata Petra Pavla Podrabskych)

Tempat wisata yang satu ini berada di Jalan Pejeng. Lokasinya ada di Tampak Siring, sebuah kawasan yang berada di daerah Ubud, Pulau Bali. Candi tersebut bertempat di dekat Sungai Pakerisan yang ada di sebelah timur laut dari kawasan destinasi wisata Ubud Bali.

Destinasi wisata ini memiliki jarak sekitar 40 kilometer dari Kota Denpasar. Jika ditempuh dengan kendaraan bermotor maka membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Sementara itu, jaraknya dengan pusat Gianyar sejauh lebih dari 20 kilometer. Butuh waktu sekitar 30 menit agar tiba di sini.

Rute menuju tempat wisata budaya ini jika dari Denpasar maka harus melewati Jalan Diponegoro. Setelah itu belok ke Jalan WR. Supratman dan ambil Jalan Dr. Ida Bagus Mantra. Arahkan kendaraan melewati jalur tersebut hingga melewati Jalan Pantai Saba.

Setelah sampai di daerah Blahbatuh, ambil jalur menuju Jalan Kebo Iwa. Sesampainya di persimpangan jalan, belok ke Jalan Udayana hingga berbelok lagi ke Jalan Sukarno. Ikuti jalan tersebut dan ketika melihat papan penunjuk Jalan Raya Pejeng Tampaksiri, belok ke jalur tersebut.

Lewati saja daerah tersebut hingga menemui persimpangan dan ambil Jalan Yudistira. Jika sudah berada di sana, maka tinggal melewati jalur itu hingga berada di Jalan Pertiwi Brata atau biasa disebut Jalan Bayu Brata. Akhirnya, pengunjung pun tiba di destinasi bersejarah tersebut.

Harga Tiket Masuk Candi Tebing Gunung Kawi

Harga Tiket Candi Tebing Gunung Kawi
Image Credit: Instagram.com @siswatimaruto

Untuk mendatangi situs purba ini wisatawan harus membayar tiket masuk. Harga dari tiket tersebut berbeda antara wisatawan lokal dan asing. Untuk pengunjung yang berasal dari Indonesia cukup membayar sebesar Rp 30.000 saja setiap orangnya. Sedangkan untuk wisatawan asing harus membayar tiket sebesar Rp 50.000 per orang.

Tempat ini mulai dibuka pada pukul 8 pagi dan ditutup pada pukul 6 sore. Rata-rata pengunjung menikmati destinasi tersebut selama 1.5 jam. Karena destinasi ini berada di dekat wisata ubud, banyak dari mereka yang datang dari sana ataupun mendatangi wisata itu ketika selesai menikmati keindahan candi.

Bagi Anda yang menggunakan kendaraan sendiri ketika melawat ke tempat ini, maka harus membayar biaya parkir. Tidak perlu risau karena tarif parkir di destinasi tersebut terbilang amat sangat murah untuk sekelas destinasi dunia khas Bali. Pengunjung hanya diwajibkan membayar sekitar Rp 5.000 saja setiap kendaraannya.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Candi Gunung Kawi

Kegiatan di Candi Gunung Kawi
Image Credit: Instagram.com @arczi79

1. Berkeliling Menikmati Area Wisata yang Menakjubkan

Dengan panorama alam yang tersaji di sekitar candi, tentu akan sayang untuk dilewatkan ketika berkunjung ke sini. Menempati area yang cukup luas, banyak hal dapat dinikmati oleh pengunjung yang hadir.

Deretan bangunan megah yang dipahat pada tebing-tebing sekitar, sawah-sawah yang ada dengan sungai yang mengalir, dan lain sebagainya menjadi sebuah perpaduan alam yang istimewa. Wisatawan yang hadir dapat berkeliling menjelajahi setiap inci dan sudut-sudut yang ada di sana.

2. Sensasi Kesegaran Kolam Pemandian

Sudah diketahui bahwa pada destinasi seluas ribuan meter persegi ini terdapat sebuah kolam yang dapat digunakan untuk umum. Kolam pemandian tersebut memiliki air yang sangat segar karena berasal dari sungai yang ada di dekatnya. Airnya terasa cukup sejuk karena merupakan air pegunungan.

Pengunjung yang datang dapat menikmati sensasi air tersebut. Mereka dapat dengan langsung merasakan bagaimana kesegaran airnya ketika berendam atau bahkan mandi di kolam itu.

3. Mengabadikan Keindahan Candi

Aktivitas ini dapat dilakukan di berbagai sudut destinasi wisata yang konon dibangun pada abad 11 tersebut. Namun, ada beberapa tempat yang telah ditandai oleh pengelola agar tidak dimasuki sehingga wisatawan tentu tidak dapat berfoto-foto di sana.

Namun, tidak perlu khawatir karena sebagian besar kawasan candi merupakan tempat yang sangat cocok menjadi latar belakang dari gambar-gambar yang dipotret.

Fasilitas yang Tersedia di Candi Tebing Gunung Kawi

Pura Gunung Kawi
Image Credit: Wikipedia.org

Destinasi wisata yang ditemukan pada tahun 1920 tersebut tersedia berbagai hal yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Selain memiliki kawasan parkir yang cukup luas, destinasi ini juga tersedia beberapa bilik toilet. Ada juga beberapa tempat yang dapat digunakan istirahat oleh para pengunjung.

Bagi pengunjung yang merasa lapar maka tidak perlu khawatir karena ada banyak warung makan yang ada di sekitar destinasi wisata. Tersedia pula beberapa penginapan bagi mereka yang ingin menghabiskan malam di sekitar area wisata tersebut.

Candi Tebing atau juga biasa disebut Pura Tebing Gunung Kawi tersebut memang menjadi salah satu ikon wisata yang ada di Bali. Keberadaannya seolah menunjukkan bahwa Bali juga memiliki destinasi wisata budaya sekaligus bersejarah. Jika berkunjung ke daerah Ubud, maka sangat disarankan untuk singgah juga ke tempat wisata yang satu ini.