Jika menyebut nama Bali, pasti wisata bahari menjadi yang ikonnya. Pulau ini memang terkenal dengan pantai yang selalu menawarkan pesona luar biasa. Padahal selain pantai, anda juga bisa mengunjungi candi-candinya yang juga menawan. Masing masing candi tidak hanya menyimpan sejarah tetapi juga milik pesona serta keunikan. Berikut beberapa candi di Bali yang bisa anda kunjungi untuk jadi alternatif liburan anda.

1. Candi Gunung Kawi

Candi Gunung Kawi
Photo by Google Maps Nirav Jethva

Untuk memulai penjelajahan candi di Pulau Dewata, anda bisa menjadikan candi Gunung Kawi sebagai tujuan. Candi megah ini berada di Gianyar yang memiliki pesona yang luar biasa. Merupakan peninggalan kerajaan Bali yang sampai saat ini masih berdiri dengan kokoh. Yang membuat bangunan ini terlihat lebih cantik karena bukan seperti candi pada umumnya.

Biasanya anda akan menemukan candi dengan bangunan yang dibuat dari tumpukan batu. Sementara Candi Gunung Kawi berupa pahatan di batuan gunung yang sangat cantik. Hal ini bahkan bisa terlihat dari namanya, dimana Kawi memiliki arti sebagai pahatan dan Gunung adalah Gunung. Sehingga bisa diartikan candi yang dipahat di atas sebuah gunung.

Keberadaan candi ini sendiri ditemukan di sekitar 1920 Masehi oleh seorang peneliti dari Belanda. Karena berada di sebuah gunung atau di ketinggian tertentu, untuk sampai di candi ini pengunjung harus menguras energi terlebih dahulu. Pasalnya akan ada sekitar 300 anak tangga yang harus ditapaki untuk sampai pada candinya.

Namun semua lelah anda akan terbayar ketika menikmati keindahan candi ini. Selain bangunannya yang unik, alam sekitarnya juga hijau dan menyejukkan mata. Udara khas pegunungan juga menambah daya tarik tersendiri. Setidaknya anda bisa menemukan sekitar 10 candi yang tersebar di kawasan Gunung Kawi Tampaksiring ini.

Dimana lima buah candi berada pada sisi timur dari Sungai Pakerisan yang juga menjadi bagian utama. Dan sisanya berada pada bagian barat dari Sungai yang berjumlah 4 candi. 1 candi lainnya ke arah selatan sekitar 200 meter. Bangunan candi yang megah lengkap dengan panorama indah, menjadikan candi ini sebagai favorit destinasi di kalangan wisatawan.

Harga Tiket: Rp 30.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Yudistira, Kec. Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.

2. Candi Kalibukbuk

Candi Kalibukbuk
Photo by Google Maps Raynardthan Pontoh

Pulau Bali memiliki julukan sebagai pulau seribu pura yang membuatnya memiliki banyak peninggalan sejarah. Salah satunya adalah bangunan candi, seperti Candi Kalibukbuk yang ada di Buleleng. Candi satu ini merupakan candi yang masih difungsikan sebagai tempat ibadah sampai saat ini. Bangunan candinya sangat unik dan berbeda dengan candi pada umumnya.

Karena anda bisa menemukan bangunan yang dibuat dari batu bata tanah liat. Kompleks candi ini terbilang luas yakni sekitar 12 hektar secara keseluruhannya.

Bangunan candi saat ini sudah terlihat lebih asri dan tertata. Pengunjung yang singgah di candi ini bisa mengetahui secara langsung pengunjung yang sembahyang. Tidak hanya umat Budha saja yang beribadah di candi ini tapi juga untuk umat Hindu Bali. Candi satu ini bisa dikatakan sebagai candi yang masih baru, karena proses penggalian selesai di tahun 2006.

Proses penggalian situs ini memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar, yakni mulai dari tahun 1994 hingga 2006 lamanya. Barulah dari penggalian tersebut bentuk Candi Kalibukbuk bisa terlihat sepenuhnya. Sebelumnya bangunan tertimbun dengan kedalaman 1,5 meter di dalam tanah. Anda bisa menemukan tiga yang berada di komplek candi ini.

Untuk candi utamanya memiliki pondasi dengan bentuk segi delapan, dan bagian tengah dilengkapi candi perwara. Selain bentuk candi secara keseluruhan, proses penggalian juga bisa menemukan artefak bersejarah yang ada di sekitarnya. Sehingga bisa memperkirakan jika candi ini kira kira dibangun sekitar abad 9 Masehi.

Harga Tiket: Rp 20.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Gede Taman Jl. Desa Kalibukbuk-Anturan, Kec. Buleleng, Kab. Buleleng, Bali.

3. Candi Tebing Tegallinggah

Candi Tebing Tegallinggah
Photo by Google Maps Dewa Natha

Candi yang tak kalah menarik dikunjungi adalah candi Tebing Tegallinggah. Dimana candi ini ditemukan oleh ahli purbakala yang berkebangsaan Belanda yaitu Krijgsman. Krijgsman memperkirakan jika bangunan candi ini beradal dari abad ke 12 Masehi. Pada saat itu beliau melakukan penggalian pada bangunann kecil yang mirip dengan gapura biasa.

Dan siapa yang menyangka jika ternyata bukan bangunan kecil, melainkan peninggalan sejarah yang begitu unik. Bangunan candi ini dipahat pada dinding sebuah tebing sehingga sangat berbeda dari candi pada umumnya. Penemuan candi ini juga bisa secara komplit setelah melakukan penggalian pada beberapa cerukan yang ada.

Candi ini juga memiliki desain yang unik, mengingat proses pembuatan secara langsung dilakukan dengan memahat bagian tebing. Sekilas mengingatkan kita akan keberadaan Candi Gunung Kawi. Hanya saja, bangunan candi berupa pura yang masih sebagian. Bahkan saat ini ada beberapa bangunan candi yang sudah menjadi reruntuhan.

Jika melihat dari hasil penemuannya, peneliti memperkirakan jika proses pembuatan candi ini mengalami beberapa masalah. Kemungkinan besar penyebabnya adalah adanya gempa bumi yang membuat pembangunan berhenti. Kendati demikian, candi satu ini masihlah tampak unik dan menarik dikunjungi dengan 7 ceruk dan 3 lingga yang bisa ditemukan.

Sepanjang perjalanan menuju area candi, pengunjung sudah akan disuguhkan pemandangan yang memukau. Hamparan sawah berundak menjadi pemandangan utama yang membuat candi ini memiliki daya tarik tersendiri. Area wisata ini juga masih alami dan hijau lengkap dengan udara sejuk khas pedesaan yang membuat betah.

Perjalanan menuju lokasi memang tidak mudah, membutuhkan waktu sekitar 40 menit dari Kota Denpasar. Dilanjutkan dengan menuruni anak tangga yang membuat pengunjung harus selalu berhati hati. Dan semuanya akan terbayar dengan keindahan yang dimiliki oleh candi ini. Candi ini seringkali dijadikan lokasi ritual melukat atau penyucian diri karena memang ada mata air sucinya.

Harga Tiket: Rp 30.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Pejeng Kangin, Kec. Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.

4. Pura Tirta Empul

Pura Tirta Empul
Photo by Google Maps Tom Worthington

Walaupun berbentuk pura, Pura Tirta Empul termasuk bangunan candi yang merupakan peninggalan zaman sejarah silam. Termasuk peninggalan Hindu, nama pura ini tidaklah asing di telinga wisatawan domestik maupun mancanegara. Yang membuatnya menarik adalah keunikan arsitektur dan juga memiliki mata air yang berada di dalam kawasannya.

Mata air ini adalah mata air alami yang oleh umat Hindu dijadikan sebagai tempat untuk menyucikan diri. Sampai saat ini juga masih dijadikan tempat ibadah, tepatnya memuja Dewa Indra. Secara bangunan, pura ini dibagi dalam tiga bagian yang terdiri dari Jaba Pura, Jaba Tengah dan bagian terakhirnya dikenal dengan Jeroan.

Di bagian Jaba Tengah, anda bisa menemukan kolam yang dilengkapi dengan 33 pancuran. Pada bagian inilah wisatawan atau masyarakat bisa melakukan penyucian diri. Yang lebih menarik, pancuran ini memiliki nama sendiri. Untuk 14 pancuran dikenal dengan Pancuran Tirtha Pembersihan, 6 pancuran dinamakan Tirtha Penyakit berat dan Tirtha Upakara.

Sementara 2 sisanya dikenal dengan Pancuran Tirta Pelebur Kutukan dan Sumpah. Jika melihat dari namanya, tentu anda bisa menebak jika masing masingnya memiliki manfaat sendiri sendiri. Menurut sejarah, bangunan candi ini sudah ada di tahun 962 Masehi, tepatnya pada Pemerintahan Dinasti Warmadewa.

Harga Tiket: Rp 15.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Tirta, Manukaya, Kec. Tampaksiring, Kab. Gianyar, Bali.

5. Candi Uluwatu

Candi Uluwatu
Photo by Google Maps Dominika

Sama halnya dengan Tirta Empul, Candi Uluwatu juga lebih dikenal dengan nama pura Uluwatu. Nama wisata satu ini juga sangat kondang dan menjadi jujugan wisatawan untuk habiskan liburan di Bali. Yang menjadikan wisata ini menarik dikunjungi adalah lokasinya yang berada di tebing dengan ketinggian sekitar 97 meter dan menjorok ke laut.

Menjadikan pura Luhur Uluwatu jujugan wisatawan karena keindahan yang disuguhkan. Pengunjung memang harus menaiki satu per satu anak tangga sampai tiba di puncak. Namun semuanya akan terbayar lunas dengan keindahan yang disuguhkan. Di sekitarnya juga ada banyak kera yang menjaga kesucian dari candi ini, mengingat sampai saat ini masih digunakan untuk beribadah.

Harga Tiket: Rp 30.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Pecatu, Kec. Kuta Selatan, Kab. Badung, Bali.

6. Pura Tanah Lot

Pura Tanah Lot
Photo by Google Maps Rakibul islam

Selain Candi Uluwatu, Pura yang juga memiliki bangunan candi adalah Pura Tanah Lot. Candi di Pulau Bali ini juga sangat kondang dan selalu jadi destinasi liburan para wisatawan. Anda tidak hanya akan terpesona dengan bangunan candinya, tapi juga mendapatkan pesona keindahan lautnya. Karena candinya ada di sebuah tebing yang berada di pinggir laut.

Jika anda mengunjungi wisata satu ini, anda juga bisa menemukan ular ular yang berada di sudut pura. Kendati demikian anda tak perlu khawatir karena ular ular tersebut dipercaya sebagai makhluk keramat dan sudah jinak. Pura ini sendiri dijadikan tempat ibadah untuk memuja dewa yang menjaga lautan.

Selain menikmati keindahan candinya, anda juga bisa menikmati berbagai atraksi yang luar biasa. Seperti indahnya matahari tenggelam yang akan membuat puranya menjadi siluet yang menawan. Tak jarang juga diadakan pertunjukkan tari Kecak di area wisata ini. Dengan pesona yang dimilikinya tak heran jika wisata satu ini tak pernah sepi pengunjung.

Harga Tiket: Rp 10.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Beraban, Kec. Kediri, Kab. Tabanan, Bali.

Itulah beberapa candi cantik di Bali yang bisa anda kunjungi saat liburan. Beberapa candi juga menjadi sebuah pura yang menawarkan pesona luar biasa. Beberapa diantaranya juga masih digunakan untuk ibadah dan memiliki keunikan tersendiri. Dengan mengunjunginya anda pasti akan memiliki pengalaman liburan yang menyenangkan.