Butuh Liburan yang Seru? Inilah Daftar Air Terjun yang Menawan di Ubud, Pulau Bali. Objek Wisata Terindah, Eksotis dan Hits yang Layak Anda Kunjungi Ketika Butuh Kesegaran Berbalut Pemandangan Alam.

Ubud adalah salah satu kawasan pariwisata di Bali. Sering dijadikan referensi oleh para wisatawan dari berbagai penjuru negeri. Identik dengan perpaduan keramahan alam, budaya, dan seni. Boleh dibilang, Ubud merupakan pusat kesenian dan kebudayaan Bali.

Jika Anda ingin mengenal kesenian Bali seperti tari, ukiran, dan patung, maka berkunjung ke sini adalah pilihan tepat. Anda akan mendapati banyak pura bernuansa unik sebagai pusat peribadatan masyarakat setempat. Ubud mampu membuat Anda terkesima dengan segala pesonanya.

Selain sarat nilai-nilai seni dan budaya, Ubud menawarkan panorama alam pedesaan. Terdapat areal persawahan terasering, juga hutan hujan tropis. Tidak hanya itu, Ubud juga menyimpan pesona memikat lewat keragaman air terjunnya yang menakjubkan.

1. Air Terjun Kanto Lampo

Air Terjun Kanto Lampo
Image Credit: Facebook.com @koriwardhana

Terletak di tengah pemukiman warga, air terjun yang satu ini buka setiap hari Senin sampai Minggu pukul 08.00-17.30 WITA. Pengunjung akan dikenai biaya tiket masuk sebesar Rp 20.000 per orang. Kelengkapan fasilitas tidak perlu diragukan.

Jika Anda datang menaiki kendaraan pribadi, telah disediakan parkiran yang lumayan luas. Ada pula kamar mandi dan ruang ganti bagi Anda yang memang berniat bermain air. Ruang ganti antara laki-laki dan perempuan dipisahkan.

Di separuh perjalanan menuju titik air terjun, Anda akan menemukan rumah makan. Banyak pilihan menu yang tersedia. Solusi praktis bagi pengunjung yang enggan bersusah payah membawa bekal dari rumah.

Pada kenyataannya, keindahan Kanto Lampo sungguh menawan mata dan tidak dapat diabaikan. Anda akan dibuat terkesima oleh undakan batu yang membentang di sepanjang aliran sungai. Bebatuan tersebut bisa digunakan untuk bersantai ria atau sekadar duduk-duduk sambil membiarkan aliran air membasahi tubuh Anda.

Ditemani suara riak air sungai, dipadukan dengan suasana asri dan terawat, niscaya Anda segera mendapatkan ketenangan. Udara di sekitar masih sangat segar, tidak dicampuri oleh beragam polusi. Debur air yang jatuh menghantam bebatuan, begitu indah untuk diamati secara mendetail. Anda bisa lebih meresapi kesejukan alam.

Kolam alami di kawasan Air Terjung Kanto Lampo tidak begitu dalam, relatif bersahabat bahkan untuk Anda yang tidak pandai berenang. Airnya terawat, bersih, dan jernih. Anda bisa mengajak anak kecil untuk seru-seruan di sini.

Air Terjun Kanto Lampo mengisi dataran rendah. Anda tidak perlu bersusah payah menempuh perjalanan untuk merasakan semua kemegahan yang ada. Akses menuju lokasi juga cukup mudah.

Potret suasana keseluruhan cenderung sepi dan hikmat. Pasalnya, Kanto Lampo difungsikan sebagai sumber air minum. Warga menganggapnya keramat. Disarankan untuk berhati-hati dan jangan sampai merusak lingkungan jika Anda menyambangi objek wisata ini.

Poin menarik lainnya, nuansa budaya dan sejarah terasa amat kental. Komunitas adat setempat menjadikannya sebagai tempat menyelenggarakan upacara suci. Upacara tersebut ditujukan kepada Dewa Yadnya.

Jika menengok ke sisi seberang sungai, Anda akan menemukan sebuah gua. Konon kabarnya, Prajurit Belanda zaman dahulu menyusun strategi dan rahasia perang di situ. Terlepas dari benar atau tidaknya informasi tersebut, tentu berpotensi menambah daya tarik Air Terjun Kanto Lampo. Peleburan alam, budaya, dan sejarah siap menyambut setiap pengunjung.

Harga Tiket: Rp 20.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Gn. Merbabu, Beng, Kec. Gianyar, Kab. Gianyar, Bali.

2. Air Terjun Tukad Cepung

Air Terjun Tukad Cepung
Image Credit: Google Maps (DROPROPE VLA)

Tidak kalah estetis, kali ini keindahan alam Ubud memadukan dua air terjun dalam satu lokasi. Air terjunnya tersembunyi di antara kepungan tebing. Jika beruntung, Anda dapat menyaksikan cahaya matahari memancar melewati setiap celah. Disarankan untuk datang pada pukul 08.00-09.00 WITA agar tidak ketinggalan momen paling berkesan.

Setelah puas berfoto ria, Anda bisa mencoba berenang atau aktivitas air seru lainnya. Tidak usah khawatir akan merasa kepanasan karena ada tebing tinggi dan sulur-sulur tanaman yang mengelilingi area sungai.

Pada dasarnya, butuh perjuangan untuk tiba di lokasi. Medan yang harus Anda lalui terbilang curam, sulit, dan penuh tantangan. Namun demikian, seluruh keletihan Anda akan terbayar kontan usai menyaksikan panorama air terjun Tukad Cupang. Terlebih, Anda hanya perlu mengeluarkan modal Rp15.000 untuk menikmatinya.

Harga Tiket: Rp 15.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Tembuku, Dusun Penida Kelod, Kec. Tembuku, Kab. Bangli, Bali.

3. Air Terjun Goa Rang Reng

Air Terjun Goa Rang Reng
Image Credit: Google Maps (Angga Saputra)

Sedikit berbeda dengan air terjun pada umumnya, Goa Rang Reng menyajikan keunikan lewat aliran air yang melandai melewati undakan. Air mengalir di antara batu-batu besar, bukan jatuh dari atas ketinggian tertentu. Walau kondisinya demikian, tentu tidak mengurangi keseruan Anda bermain di sini.

Sebaliknya, Anda justru akan lebih dimudahkan untuk menjelajah. Bebatuan lebar bisa menjadi tempat Anda berpijak. Arus air pun terbilang tenang. Daerah sungai lumayan luas dari sisi yang satu ke sisi lainnya. Pohon-pohon tinggi dan sulur tanaman tumbuh subur di sekitarnya.

Ide penamaan air terjun berasal dari keberadaan sebuah gua yang terletak di bagian atas perairan. Goa Rang Reng, itulah namanya. Dapat Anda kunjungi dengan cara melewati batu-batu kering di sisi kiri sungai. Gua tersebut sungguh amat estetis walau terkesan misterius.

Tidak berhenti sampai di situ, akses menuju lokasi sangat mudah. Anda hanya perlu melewati jalan setapak yang terhubung langsung dengan kawasan perairan. Tiket masuk dibandrol seharga Rp 5.000 per orang. Namun demikian, disarankan untuk tidak berkunjung saat musim hujan karena jalanan yang akan Anda lewati masih didominasi oleh tanah.

Menariknya, sungai dianggap sebagai tempat yang sakral oleh umat Hindu. Bagian hulu dipercaya mampu membersihkan seseorang dari aura negatif. Jika datang ke sini, Anda bisa sekaligus melakukan wisata budaya.

Setiap pengunjung diharapkan mampu menjaga dan mengamalkan nilai-nilai kesopanan. Tidak sembarangan berkata dan bersikap. Ini demi menghormati preferensi penduduk setempat khususnya yang beragama Hindu.

Mengingat lebatnya hutan yang mengepung Air Terjun Goa Rang Reng, Anda akan dihadapkan pada nuansa serba hijau. Suasananya tenang dan syahdu. Jika memungkinkan, Anda boleh mencoba berbaring di atas bebatuan lebar dan menatap hamparan langit biru. Tentu, pengalaman demikian berpotensi meninggalkan kesan luar biasa.

Harga Tiket: Rp 5.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Rang Reng, Kec. Bakbakan, Kab. Gianyar, Bali.

4. Air Terjun Tegenungan

Air Terjun Tegenungan
Image Credit: Google Maps (From A Google User)

Indah namun berbahaya, dua kata yang mampu melukiskan Air Terjun Tegenungan. Anda akan disuguhkan kemegahan air di balik pepohonan rimbun. Tebing-tebing cadas dan kokoh mengelilingi kawasan perairan. Tiket masuk dikenai biaya sebesar Rp 20.000.

Beranjak dari halaman parkiran, Anda harus melewati ratusan anak tangga. Selanjutnya, Anda akan menemukan gazebo di puncak bukit. Dari sana Anda akan disuguhkan panorama hutan serta keramaian pengunjung.

Ada baiknya Anda tidak berada terlalu dekat dengan pusat jatuhnya air. Dikarenakan air terjun ini berasal dari sungai Tukad Petanu, yang mana mengalir melalui bebatuan. Besar kemungkinan aliran air menyapu bebatuan tersebut. Jelas, situasi demikian tidak baik untuk keselamatan Anda. Di samping itu, debit airnya cukup deras dari ketinggian 15 meter.

Namun, jangan khawatir karena Tegenungan pada dasarnya menarik dari berbagai sisi. Tidak hanya menampilkan pesona hutan dan air, melainkan pula dilengkapi wahana pendukung. Anda dapat memakai ayunan yang dipasang di sisi tebing di antara lebatnya hutan. Sangat cocok bagi wisatawan yang suka uji adrenalin.

Aktivitas lain yang bisa dijadikan referensi adalah menjelajah. Anda perlu melihat-lihat potret seluruh kawasan dari puncak bukit. Pemandangannya sungguh patut diabadikan. Pastikan Anda berhati-hati. Hindari spot-spot yang licin.

Di kawasan ini telah tersedia beragam fasilitas umum. Mulai dari toilet, rumah makan, ruang ganti, tempat bersantai, hingga sederet spot untuk berburu foto. Kabarnya, Air Terjun Tegenungan pertama kali dikenalkan oleh sekelompok mahasiswa KKN pada tahun 1998. Kemudian, pamornya semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Harga Tiket: Rp 20.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Ir. Sutami, Kemenuh, Kec. Sukawati, Kab. Gianyar, Bali.

5. Air Terjun Sumampan

Air Terjun Sumampan Tegenungan
Image Credit: Google Maps (Cathie Catou)

Biasanya, air terjun di Ubud terbentuk sejak lama dan merupakan bagian dari aliran sungai. Sedikit berbeda dengan objek wisata yang satu ini, proses pembentukannya cukup unik. Dikarenakan terowongan irigasi mengalami kebocoran sehingga airnya merembes ke sisi-sisi tebing.

Nantinya, hasil rembesan tersebut akan berkumpul pada satu titik disebabkan oleh adanya proyek penggalian batu padas di bawah tebing. Kemudian terbentuklah air terjun Sumampan yang bisa Anda nikmati pesonanya.

Air terjun Sumampan terletak tidak jauh dari Air Terjun Tegenungan, hanya terpisah sekitar 2 kilometer. Jadi, saat Anda berencana mengunjungi wisata Tegenungan, jangan lupa mampir ke sini. Anda bisa menambahkan Sumampan ke dalam daftar tujuan perjalanan.

Oleh warga setempat, tebing-tebing batu padas diberi beragam ukiran topeng untuk menambah kesan cantik. Selain itu itu, semak belukar, ranting, dan pepohonan juga tumbuh di sekelilingnya. Sayangnya, air terjun Sumampan tidak jarang berubah keruh saat turun hujan. Ini diakibatkan oleh bekas saluran irigasi. Disarankan untuk datang pada musim kemarau.

Harga Tiket: Rp 20.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Kemenuh, Kec. Sukawati, Kab. Gianyar, Bali.

Ubud dan sekitarnya memang menyimpan beragam keindahan. Terkenal oleh kearifan budaya lokal, juga panorama alam memesona. Tidak mengherankan bila akhirnya menjadi salah satu tujuan wisata populer di negeri ini. Rekomendasi air terjun di atas sekiranya cukup mewakili sebagian kecil dari daya tarik Ubud secara umum. Semakin melengkapi kemegahan wisata air di Pulau Bali.